Monday, 6 Jul 2020


Karena Dendam, Warga Manisrenggo Tega Tembak Teman Dengan Pistol Rakitan

Tersangka HSDS dan BT saat dihadirkan pada jumpa pers di Mapolres Klaten, Kamis (2/4/2020).

WartaKita.org – Warga Desa Bendan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, BT (27) tega menembak teman  sendiri SR alias Gomet (24) warga Desa Joho, Kecamatan Prambanan dengan pistol rakitan karena dendam.

BT dikenal sebagai residivis kasus narkoba dan sudah pernah menjalani masa hukuman selama 10 bulan pada tahun 2018.

Aksi penembakan dilakukan di rumah korban pada pada Sabtu (7/12/2019) . Tersangka BT menembak Gomet dari jarak kurang lebih satu meter.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan saat jumpa pers di Mapolres setempat, Kamis (2/4/2020) menyampaikan, kasus penembakan tersebut bermula saat tersangka BT mengaku dendam dengan Gomet.

Awalnya, BT diberitahu temannya HSDS alias Solopok (22) warga Manisrenggo bahwa yang menyebabkan BT masuk penjara gara-gara dijebak Gomet.

Selanjutnya, BT dan HSDS menemui Gomet di rumahnya pada 7 Desember 2019 pukul 05.00 WIB. Saat itu, BT yang dalam kondisi mabuk sudah menyelipkan pistol di celananya

Saat bertemu Gomet yang baru saja dibangunkan dari tidurnya, BT langsung mengarahkan pistolnya ke arah Gomet. Kemudian, BT menembakkan pistol ke arah Gomet. Akhirnya, Gomet terjatuh di lantai sembari berteriak minta tolong. Setelah itu, BT dan HSDS meninggalkan rumah Gomet.

“Tembakan itu mengenai leher bagian kanan korban. Awalnya, korban sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten selama satu pekan dengan kondisi belum bisa diajak berkomunikasi. Antara korban dengan pelaku ini saling mengenal karena memang berteman,” katanya.

Kasat Reskrim AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan, kedua pria yang melakukan aksi penembakan terhadap temannya itu sempat ingin melarikan diri ke Sumatra Utara (Sumut) beberapa hari setelah kejadian penembakan, yakni pada 12 Desember 2019.

Saat menyeberang di Merak-Bakauheni, keduanya ditangkap tim Sat Reskrim Polres Klaten yang melakukan pengejaran. Sebelum ditangkap, tersangka BT membuang pistolnya ke laut terlebih dulu.

“Kedua tersangka dijerat Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” tandasnya.

AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan, tersangka memperoleh pistol rakitan itu dengan membeli melalui online. Harganya Rp 3,5 juta lengkap dengan empat peluru.

“Barang bukti yang kami sita dari tangan tersangka, seperti satu butir peluru sepanjang 2,5 cm, sepeda motor, satu potong jaket, satu potong celana jeans, satu buah helm, dan lainnya,” katanya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *