Monday, 21 Oct 2019


Kampung Dolanan Sidowayah, Wahana Wisata Edukasi Yang Memadukan Outbond Dengan Permainan Tradisional

Siswa SD Pangudi Luhur Soegijopranoto Klaten saat belajar dan bermain di wahana Kampung Dolanan Sidowayah.

Wartakita.org – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Klaten terus berupaya untuk menciptakan wahana wisata yang baru atau mengembangkan wisata yang sudah ada.

Salah satunya adalah Kampung Dolanan yang berada di Dukuh Baderan, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Kampung Dolanan Sidowayah adalah salah satu objek wisata edukasi dan wahana outbond yang memadukan antara permainan outbond dengan permainan tradisional. Kini, keberadaan Kampung Dolanan Sidowayah ini semakin banyak diminati para pengunjung, terlebih para pelajar.

Setiap harinya, Kampung Dolanan Sidowayah ini tidak pernah sepi dan terus didatangi para pengunjung, baik dari dalam maupun luar Klaten. Seperti yang dilakukan SD Pangudi Luhur Soegijopranoto Klaten ini. Sebanyak 230 siswa SD Pangudi Luhur Soegijopranoto Klaten belajar dan bermain di wahana Kampung Dolanan Sidowayah.

Kepala SD Pangudi Luhur Soegijopranoto Klaten Thomas Agung Wibowo mengatakan, kegiatan outbond di Kampung Dolanan ini merupakan salah satu program pembinaan karakter anak di luar sekolah. “Tujuannya agar para siswa memiliki jiwa kemandirian, kemauan untuk bekerjasama, serta tujuan positif lainnya yang tidak bisa dilakukan di dalam proses pembelajaran di kelas,” katanya.

Sedang pengelola Kampung Dolanan Sidowayah, Ardi menjelaskan, di kampung dolanan ini terdapat beragam permainan tradisional dan wahana outbond, diantaranya , gobak sodor, egrang, high rope, water game, dan masih banyak lainnya. Di kampung dolanan juga menawarkan paket flying fox dan farm tubing dengan menyusuri sungai kecil di sekitar lahan pertanian.

“Selain itu, pengunjung juga bisa bermain lumpur dengan membajak sawah yang masih menggunakan hewan kerbau. Pengunjung juga bisa belajar menanam padi di sawah,” ujarnya.

Ardi berharap, dengan adanya Kampung Dolanan Sidowayah ini, anak-anak, bahkan orang dewasa dapat mengenal dan mengenang kembali berbagai macam permainan tradisional yang saat ini sudah banyak ditinggalkan akibat adanya kemajuan teknologi.(L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *