Monday, 21 Oct 2019


“Kado” Akhir Tahun, Wilayah Warak Diresmikan Jadi Paroki Mandiri

Mgr Robertus Rubiyatmoko berfoto bersama Prodiakon Paroki Warak yang baru saja dilantik.

WartaKita.org – Akhir tahun 2018 menjadi momen yang “spesial” bagi umat Katolik di Pusat Pastoral Wilayah (PPW) Barat Paroki Santo Aloysius Gonzaga Mlati, Kabupaten Sleman atau yang biasa disebut Wilayah Warak.

Pada Minggu (30/12/2018) sore, PPW Warak diresmikan menjadi Paroki Santo Petrus Warak. Paroki baru ini mempunyai 2.440 umat yang tersebar di 5 wilayah yang terdiri dari 23 lingkungan.

Peresmian Paroki Warak ini dilakukan dalam Perayaan Ekaristi syukur yang dipimpin oleh Bapa Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko dan didampingi Vikep DIY Rama Andrianus Maradiyo Pr dan sejumlah imam lainnya.

Perayaan Ekaristi dimulai pukul 17.00 WIB dengan menggunakan konsep Jawa. Koor diiringi dengan musik gamelan. Ekaristi dihadiri ribuan umat.

Sebelum homili, Vikep DIY Romo Andrianus Maradiyo Pr membacakan Surat Keputusan Peresmian Paroki dan Surat Keputusan Pengangkatan Pastur Paroki.

Dalam surat keputusan tersebut dinyatakan bahwa Paroki Warak telah mempunyai sarana prasarana yang mencukupi untuk berdiri sebagai paroki. Begitu pun dengan keadaan umat yang sudah tertata dan sudah memilik paguyuban yang baik dan telah ada dewan pengurus paroki (yang akan dilantik pada Perayaan Ekaristi tersebut). Dinyatakan juga bahwa Romo Yohanes Sunyoto Pr ditunjuk sebagai Pastur Kepala Paroki Warak. Kedua keputusan tersebut berlaku sejak tanggal 25 Desember 2018.

Keputusan ini tentu saja membuat umat Paroki Warak bersyukur dan bergembira. Karena surat permohonan dari umat yang ditujukan ke Keuskupan Agung Semarang “hanya” meminta agar PPW Warak menjadi Stasi dari Paroki Mlati. Namun, oleh Bapa Uskup langsung dijadikan paroki baru.

Dalam homili, Bapa Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko berpesan untuk menjaga dan membangun Paroki Warak seperti layaknya keluarga.

“Membangun paroki itu tidak jauh berbeda dengan membangun sebuah keluarga. Hal-hal kecil dalam keluarga juga bisa diterapkan di paroki. Karena kita juga telah menemukan dan menganggap paroki ini sebagai keluarga,” kata Bapa Uskup.

Pada Perayaan Ekaristi ini juga dilantik pengurus Dewan Paroki Warak. Dalam hal ini, Romo Yohanes Sunyoto, Pr otomatis menjadi Ketua Dewan Paroki Warak. Setelah pelantikan dewan paroki, dilanjutkan dengan pelantikan Prodiakon Paroki Warak.

Untuk memeriahkan acara peresmian Paroki Warak ini, maka sesudah Ekaristi disediakan sejumlah stand makanan dan minuman seperti bakso, jajanan pasar, nasi kucing, dan sebagainya di halaman belakang Paroki Warak.

Umat juga dipersilahkan untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni seperti Tari Kolosal oleh umat penyandang difabel dan dilanjutkan dengan pementasan wayang kulit. Acara peresmian Paroki Warak ini juga dihadiri Bupati Sleman Sri Purnomo. (amrinanda pradipta/ls)

 

1 thought on ““Kado” Akhir Tahun, Wilayah Warak Diresmikan Jadi Paroki Mandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *