Monday, 21 Oct 2019


JKKI Kevikepan Surakarta Kunjungi Panti Asuhan Dan Ziarah Ke Taman Doa Boro

Perwakilan JKKI Kevikepan Surakarta memberikan Buku Panduan Ibadat Koronka kepada Ketua Panti Asuhan Putra Boro.

WartaKita.org – Sebanyak 170 devosan dari 11 simpul (paroki) Jaringan Kerasulan Kerahiman Ilahi (JKK) Kevikepan Surakarta mengadakan kunjungan amal kasih ke Panti Asuhan (PA) Santa Maria Boro dan berziarah ke Taman Doa Santa Maria Pelindung Keluarga Boro, Kabupaten Kulon Progo pada Sabtu (28/9/2019).

Rombongan berangkat dari Panti  Semedi Sangkal Putung Klaten pada pukul 7.30 dan sampai di Boro sekitar pukul 10.15 WIB.

Di Taman Doa Santa Maria Pelindung Keluarga Boro, rombongan JKKI Kevikepan Surakarta mengikuti perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rama R Subiyantara Putra Perdana Pr. Sebelum Ekaristi diadakan Doa Rosario yang dipandu oleh Simpul Sragen dan Doa Koronka yang dipimpin Simpul Kleca.

Dalam homili, Rama Subiyantara menyampaikan, pada mulanya ada 71 orang yang dibaptis oleh Rama Van Lith SJ di Sendangsono. Dan ini menjadi tonggak berdirinya Gereja Katolik di Jawa Tengah. Kalau tidak ada baptisan, mungkin misi ditarik oleh Perfectur Apostolik Batavia untuk dipindahkan ke timur.

“Penerus misi adalah Rama JB Prennthaler SJ (18/4/1885 – 28/4/1946) yang wafat dan dimakamkan di dekat Panti Asuhan Santa Maria Boro. Di dekat makam itu kini menjadi tempat ziarah yang banyak dikunjungi umat, seperti dari daerah Boro, Kalibawang, Samigaluh, Promasan, dan daerah lainnya,” kata rama.

Rama Subiyantara menyatakan, betapa berat medan yang harus dilalui Rama Prennthaler dalam mewartakan Injil di kalangan penduduk sambil membawa lonceng Angelus dari Kalibawang sampai Sendangsono.

“Umat yang mau napak tilas perjalanan lonceng Angelus dipersilahkan dengan jalan kaki dari desa ke desa, atau mengikuti Misa setiap Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pada petang hari bersama umat dari lereng bukit Promasan, Nanggulan, Balong, dan lainnya,” ujar rama.

Rama Subi menambahkan, selama melakukan karya misi di daerah Boro dan sekitarnya, Rama Prennthaler bergerak dalam karya sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan iman. Bentuk karyanya berupa pelayanan rumah sakit, asrama panti asuhan putra dan putri, pembuatan kain tenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), pengembangan ekonomi bagi rakyat kecil untuk bisa mengelola keuangan, dan pengembangan iman umat.

Di akhir Ekaristi, Imam muda yang berambut godrong ini mengajak para devosan JKKI untuk meneladan sikap Bunda Maria dan para murid untuk membiasakan diri diam, merenung, berdoa, dan percaya penuh kepada Tuhan agar dapat memahami apa yang terjadi.

Usai Ekaristi, rombongan JKKI Surakarta mengunjungi Panti Asuhan Santa Maria Boro. Mereka diterima oleh Ketua Panti Asuhan Putra, Bruder Petrus Paijan FIC. Di sana, mereka beramah tamah dan makan bersama anak-anak panti asuhan putra, serta meninjau Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Pada kesempatan itu, rombongan JKKI memberikan kenangan berupa 50 eksemplar Buku Panduan Ibadat Koronka dan gambar Yesus Kerahiman Ilahi, tanda kasih, dan oleh-oleh kepada panti asuhan yang baru saja berulang tahun ke 81 ini. (ishp/ls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *