Saturday, 8 Aug 2020


Jelang HUT Bhayangkara Ke 74, Polres Klaten Berhasil Ungkap Kasus Uang Palsu Ratusan Juta

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu dan perwakilan BI Solo Purwanto menunjukkan barang bukti uang palsu, Senin (29/6/2020).

WartaKita.org – Sebuah catatan prestasi membanggakan ditorehkan jajaran Polres Klaten menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 74 ini.

Polres Klaten berhasil mengungkap tindak pidana meniru atau memalsukan uang kertas negara sejumlah Rp 465.700.000.

Kini, polisi telah mengamankan tiga tersangka pelaku, yaitu N (45), warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, TH (52), warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Candika, Kabupaten Muaro Bungo, dan AH (50), warga Kelurahan Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu dalam press conference yang diadakan di halaman Mapolres Klaten, Senin (29/6/2020), menyampaikan, pengungkapan kasus pemalsuan uang ini bermula dari informasi warga.

Pada Kamis (25/6/2020) malam, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa N dengan mengendarai sepeda motor hendak bertransaksi uang palsu dengan A di rumah AM di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.

Kemudian polisi mendatangi TKP. Dan setelah memeriksa N, didapatkan uang palsu sejumlah 1701 lembar. Terdiri dari 179 lembar rupiah palsu  pecahan Rp 100 ribu dan 1522 lembar rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu.

Selanjutnya, polisi mendapatkan keterangan bahwa uang palsu tersebut dibuat N bersama tersangka AH dan TH di daerah Salatiga.

Setelah dilakukan pengecekan di TKP Salatiga, ditemukan uang palsu sejumlah 7595 lembar. Terdiri dari rupiah palsu pecahan yang sudah terpotong dan juga rupiah palsu yang belum terpotong. Perinciannya, rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 5876 lembar dan rupiah palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 1719 lembar.

“Total uang palsu yang berhasil diamankan polisi baik di Jatinom dan Salatiga sejumlah Rp 465.700.000. Dengan perincian, 179 lembar rupiah palsu pecahan Rp 100 ribu, dan 1522 lembar rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu,” katanya.

Kapolres AKBP Edy Suranta Sitepu menjelaskan, modus operandi tersangka dengan cara membuat atau mencetak uang rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu dan pecahan Rp 100 ribu, dan menjualnya kepada masyarakat yang mau.

“Jika ada yang ingin membeli uang palsu, maka dijual dengan perbandingan 1 banding 3. Dimana setiap Rp 1 juta uang asli di ganti dengan Rp 3 juta uang palsu,” paparnya.

Kapolres Klaten menambahkan, selain uang palsu, dirumah kontrakan tersebut juga diamankan alat – alat dan bahan untuk membuat uang palsu seperti  lap top, printer, hair dryer, seperangkat alat sablon, kertas, mesin penghitung uang, pisau cuter, penggaris, cat semprot, plastik cetakan, lampu neon, lembar alumunium foil, lem semprot, stabilo, toples, dan lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat (1), (2) Jo pasal 26 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 Milyard. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *