Saturday, 24 Aug 2019


Jaga Kelestarian Sumber Air, Ponggok Akan Membuat Hutan Gayam

Kepala Desa Ponggok Junaidi Mulyono

WartaKita.org – Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten dikaruniai sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Di Ponggok ditemukan sejumlah sumber air, tanah yang subur, dan udara yang masih segar.

Keberadaan sumber air yang telah dikelola dengan baik oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat mengundang para wisatawan untuk mengunjungi Ponggok.

Kunjungan para wisatawan ke Ponggok ini tentu saja berdampak. Di satu sisi, masyarakat memperoleh penghasilan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Tetapi di sisi lain, para wisatawan ini meninggalkan sampah yang apabila tidak dikelola dengan baik akan menjadi “bom waktu”.

Menyadari akan hal itu, maka Pemerintah Desa (Pemdes) Ponggok mengadakan Green Literacy Camp (GLC) selama 4 hari dari Kamis hingga Minggu (4-8/7/2019).

Ketua Penyelenggara Green Literacy Camp, Joko Winarno menyampaikan, kegiatan GLC ini adalah gagasan dari Kepala Desa Ponggok Junaidi Mulyono. GLC ini diadakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup.

“Kita ingin mewujudkan Ponggok Makmur Lestari pada tahun 2025 nanti. Maka kita perlu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup dan menyadarkan kepada para wisatawan untuk tidak “nyampah” di Ponggok. Selain itu, kita juga perlu menjaga dan melestarikan lingkungan hidup untuk keberlangsungan anak cucu kita di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu penggagas GLC yang juga Kepala Desa Ponggok Junaidi Mulyono menyatakan, untuk menjaga dan melestarikan sumber air yang ada di Ponggok, pihaknya akan membuat hutan gayam. Selain itu, warga juga diajak untuk menanam pohon gayam di sekitar sumber air atau umbul yang ada di Ponggok.

“Kita akan membuat semacam “peraturan”. Bagi warga yang menikah, kita minta untuk menanam 3 sampai 5 bibit pohon gayam. Sedang bagi masyarakat yang belajar (studi banding) atau melakukan kunjungan ke Ponggok, akan kita minta untuk menanam 10 bibit pohon gayam. Bibit pohon gayam akan disiapkan oleh Pokdarwis,” ujarnya.

Junaidi Mulyono menjelaskan, pihaknya memilih pohon gayam karena akar tanaman ini terkenal kuat dan menghujam ke bawah, serta dapat “menyimpan” air. Selain itu, daun pohonnya juga rindang, sehingga udara di sekitarnya akan terasa sejuk dan segar.

“Dan lagi, kalau pohon gayam itu sudah berbuah, maka buahnya akan kita buat menjadi kuliner khas dari Ponggok. Karena buah gayam itu rasanya enak dan gurih,” ucapnya.

Sekadar diketahui, GLC ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah. GLC  melibatkan para relawan dan puluhan pegiat literasi. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pengalaman dan pencerahan dari para tokoh literasi tingkat nasional. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *