Saturday, 24 Aug 2019


Ingin Belajar Farming? Silahkan Ke Paguyuban Tirto Wening…

Jarot dan Etty saat meninjau tanaman sorgum yang ditanam Paguyuban Tirto Wening.

Wartakita.org – Berbagai cara bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu caranya melalui gerakan paguyuban.

Seperti yang dilakukan Paguyuban Tirto Wening yang berada di Dukuh Banyu Meneng, Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten ini. Paguyuban yang beranggotakan para penggiat Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) non struktural di Rayon Klaten ini terus beraktifitas untuk mengembangkan diri. Tujuannya untuk semakin menyejahterakan anggota dan masyarakat di sekitarnya.

Ketua Paguyuban Tirto Wening, Basilius Jarot Tri Wibowo menyampaikan, paguyuban ini merupakan wadah dari para petani, atau mereka yang berminat di dunia pertanian (farming). Di paguyuban ini, para anggota bisa saling berdiskusi, praktek menanam berbagai tanaman, serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi pertanian. Sampai sekarang, anggota Paguyuban Tirto Wening ada sekitar 30 orang.

“Paguyuban Tirto Wening ini sifatnya cair dan terbuka. Artinya, siapa saja yang mau bergabung, silakan datang. Kami senang, karena kami bisa saling belajar, saling memperkaya ilmu pertanian, dan sebagainya,” katanya.

Tim Kerja PSE Kevikepan Surakarta ini menjelaskan, di Paguyuban Tirto Wening ini terdapat lahan sekitar 2.500 meter persegi yang bisa digunakan untuk “ber-eksperimen” di bidang pertanian.

“Lahan yang ada ini memang sengaja untuk praktek dan latihan bertani. Atau biasa untuk demplot (uji coba tanaman). Lahan ini lebih diprioritaskan untuk pembelajaran bersama. Jadi, kami tidak semata-mata untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Sedang anggota Paguyuban Tirto Wening yang juga Tim PSE Paroki Klaten, Yustina Etty Martini menyatakan, sampai saat ini, paguyuban tersebut telah menanam Pepaya jenis California, menanam sorgum, beternak lelek, membuat pupuk organik, dan sebagainya.

“Paguyuyuban Tirto Wening pernah menanam Pepaya California sekitar 400 batang. Sudah panen, dan hasilnya bahkan dijual sampai ke Solo. Kita juga pernah membuat pupuk organik, baik pupuk padat maupun pupuk cair merk Tirto Wening. Dan saat ini, kita menanam sorgum di lahan sekitar 1.000 meter persegi. Dan dalam waktu dekat ini siap panen. Kita juga membibitkan lele,” paparnya.

Etty mengatakan, keberadaan Paguyuban Tirto Wening ini memberikan banyak manfaat kepada para anggota dan masyarakat sekitarnya.

“Paguyuban Tirto Wening ini sangat bermanfaat bagi anggota. Relasi anggota semakin guyub. Usaha anggota juga bertambah maju dan semakin mandiri. Kami berharap, keberadaan Paguyuban Tirto Wening ini dapat meningkatkan kesejahteraan para anggota dan masyarakat di sekitar kita,” harapnya. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *