You are here
Home > Berita > Indahnya Kalau Umat Bersatu Dan Hidup Rukun…

Indahnya Kalau Umat Bersatu Dan Hidup Rukun…

Ibadat Ekumene dalam rangka Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Kamis (25/1/2018).

Wartakita.org – Sekitar 750 orang dari umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi dan jemaat dari sejumlah Gereja Kristen yang berada di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten mengikuti Ibadat Ekumene dalam rangka Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Kamis (25/1/2018).

Dari Gereja Kristen hadir jemaat dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wedi, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Canan, GPDI Pasung, GPDI Pesu, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Klaten, Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) Pasung, dan Gereja Kerasulan Baru Indonesia (GKBI) Mawen.

Ibadat Ekumene dipimpin oleh rama dan pendeta, yaitu Rama Emanuel Maria Supranowo, Pr (Pastor Paroki Wedi), Pendeta Rian Pandu Bagswara (GKJ Wedi), Pendeta MIT Dwi Karyanto (GPDI Canan),  Pendeta Edy Suwito (GPDI Pasung), Pendeta David Sakiman (GPDI Pesu), Pendeta Lukas Suprastowo (GKI Klaten), Pendeta Stefanus Sutasno (GJKI Pasung), dan Evangelis Distrik Dawud Gunanto (GKBI Mawen).

Dalam kotbahnya, Pendeta Lukas Suprastowo merasakan indahnya Ibadat Ekumene yang baru pertama kali diadakan di Kecamatan Wedi ini.

“Betapa indahnya kalau umat Tuhan itu bersatu dan hidup rukun. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan: Denominasimu apa? Aliran Gerejamu apa? Kita bersyukur karena Gereja di Kecamatan Wedi telah memulai (Ibadat Ekumene) sesuatu yang baik ini,” katanya.

Pendeta Lukas Suprastowo menyatakan, dalam Ibadat Ekumene ini umat diajak menyadari bahwa mereka adalah sama-sama umat Allah. Mereka sama-sama murid Yesus.

“Di Ibadat Ekumene ini kita duduk bersama, berdoa bersama, dan memuji Allah bersama-sama. Karena itu, sebagai murid Yesus, hendaknya kita hidup rukun, saling mendukung, saling mengampuni, dan jangan memecah belah. Karena itu, murid Yesus harus rendah hati dan saling melengkapi,” harapnya.

Pendeta Lukas menambahkan, tugas pokok Gereja adalah membangun persekutuan, bersaksi, dan melayani. Karenanya, umat diharapkan semakin bersatu dalam perdamaian, membangun toleransi, dan menciptakan kerukunan.

“Kita harus menjadi Gereja yang bermakna. Gereja yang bermanfaat ke dalam (untuk umat) dan Gereja yang berdampak ke luar (lingkungan sekitar),” pesannya.

Rangkaian Ibadat Ekumene ini diawali dengan perarakan petugas liturgi dan penyalaan lilin. Kemudian ritus pembuka, liturgi sabda, doa umat, persembahan, Doa Syafaat, doa meriah untuk perdamaian dan persatuan, pujian meriah, Doa Bapa Kami, (menyanyikan) Salam Damai, dan ritus penutup.

Ibadat Ekumene dimeriahkan oleh penampilan Paduan Suara dari Nthok Nthink (Paroki Wedi), KAC GKJ Wedi, dan GKBI Mawen. Dan untuk membangkitkan kecintaan pada tanah air, umat menyanyikan Lagu Rayuan Pulau Kelapa.

Sekadar informasi, sejak tahun 1908, Gereja Katolik – melalui Dewan Kepausan untuk Kesatuan Umat Kristiani – bekerjasama dengan Komisi Iman dan Hukum Dewan Gereja-Gereja Sedunia menyelenggarakan Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani.

Dan pada tahun 2018 ini, tema Pekan Doa Sedunia adalah “Tangan kanan-Mu, Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu” yang dikutip dari Keluaran 15:1-21. (L Sukamta)

 

 

2 thoughts on “Indahnya Kalau Umat Bersatu Dan Hidup Rukun…

Tinggalkan Balasan

Top