Monday, 6 Jul 2020


Ikuti Program WICSF, Jogjatronik Gelar Seminar “Pendidikan Dan Manajemen Sekolah Berbasis Digital”

Suasana seminar di Koping Creative Space, Jogjatronik Mall Lantai 2, Kamis (17/10/2019).

WartaKita.org – Jogjatronik kembali ikut berpartisipasi dalam Program Wonderful Indonesia Culinary Shopping & Festival (WICSF) yang digelar dari tanggal 27 September sampai 27 Oktober 2019.

WICSF merupakan salah satu program unggulan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang berkerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Program WICSF ini diikuti oleh seluruh mall di Indonesia yang tergabung dalam APPBI.

Berkaitan dengan WICSF, maka “Jogjatronik Digifood Festival” mengadakan Seminar dan Workshop, Mobile Game Tournament, Game Corner, Entertaint, Free 100 Ice Cream per hari dan masih banyak kejutan lainnya.

Jogjatronik menggelar seminar bertajuk “Pendidikan 4.0 dengan Manajemen Sekolah Berbasis Digital” di Koping Creative Space, Jogjatronik Mall Lantai 2 Kamis (17/10/2019).

Seminar yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum ini membahas bagaimana merancang digitalisasi manajemen sekolah seperti, presensi online, pembayaran sekolah multi bank, dan ujian online dengan android.

Sekertaris APTIKNAS DPD DIY dan Product Manager SIMPLEAPPS.ID, Anqinudin L menyampaikan, tujuan dari seminar ini untuk meningkatkan kapasitas sekolah agar bisa bersaing di dunia global, memudahkan para guru dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, dan lainnya.

“Kalau menggunakan paper (kertas), mereka harus mengoreksi jawaban siswa, masih melaksanakan ini dan itu. Tetapi dengan adanya digitali, bapak ibu guru bisa lebih fokus pada pembelajaran. Sedang cara bagaimana penilaiannya diserahkan saja pada sistem,” katanya..

Anqinudin menyatakan, tantangan dalam menghadapi distrupsi 4.0 ada 3, yaitu pertama, dari segi sumber daya manusia (SDM)-nya sendiri. Yakni merubah kebiasaan dari masih menggunakan kertas, masih harus jalan, dan lainnya. Karena perubahan itu akan mengakibatkan perubahan pola pikir SDM.

Kedua, adalah infrastruktur. Seperti koneksi internet, gadget, dan lainnya. Yang tadinya hanya butuh buku tulis dan bolpoin, sekarang harus pakai gadget.

Dan ketiga adalah infrastruktur lain yang mendukung, seperti adanya sistem. Bagaimanapun sistem harus mendukung. Yaitu bagaimana cara memudahkan user untuk menggunakan digitalisasi manajemen sekolah.

Sementara itu, guru dari SMA Negeri 1 Pengasih, Kulon Progo, Nur Khoiriah (42)  mengaku, dengan mengikuti kegiatan seperti ini, dia dapat lebih mengenal apa itu Jaringan Informasi Sekolah (JIS) dan untuk menambah pengetahuan tentang digitalisasi manajemen sekolah. (Chicilia Rosa Linda Keban, Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta, Jurusan Public Relations)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *