Thursday, 22 Oct 2020


Ibarat “Kebo Mulih Ning Kandange”, Sri Hermoyo: Wis Wayahe, ABY Bupatine….

Arif Budiyono berfoto bersama komunitas pemancing dan warga Sanggrahan, Minggu (18/10/2020) pagi.

WartaKita.org – Calon Bupati (Cabup) Klaten Arif Budiyono (ABY) bersilaturahmi ke Komunitas Pencinta Aliran Sungai dan warga Dukuh Tegal Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten pada Minggu (18/10/2020) pagi.

Di Kali Sanggrahan, ABY menebar benih ikan, menyapa para pemancing mania dan warga sekitar, serta ikut memancing bersama mereka.

Kegiatan memancing bersama ini diadakan untuk memperingati 40 hari meninggalnya Indarto, penggiat komunitas pencinta Kali Sanggrahan. Ratusan warga mengikuti mancing bersama di Lembah Ngladon.

Usai memancing, ABY bersilaturahmi dengan komunitas, relawan, dan warga sekitar di rumah Haryono di Dukuh Tegal Sanggrahan.

Perwakilan warga Tegal Sanggrahan, Sumiyo mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada ABY yang telah berkenan datang menemui warga setempat. Dia mengatakan, kalau tidak bersamaan dengan pandemi Covid-19, warga ingin menyambut kedatangan ABY dengan pentas jathilan.

“Ibarat kebo mulih ning kandange. Karena leluhur Mas ABY ini juga berasal dari Desa Sanggrahan. Maka, meskipun tidak terkatakan, yakinlah, bahwa warga sekitar sini akan mendukung dan memenangkan pasangan ABY-HJT. Apalagi Mas ABY sudah berkenan rawuh dan paring pangandikan sendiri,” katanya.

Arif Budiyono ikut memancing di Kali Sanggrahan, Minggu (18/10/2020) pagi.

Sedang Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Klaten, Sri Hermoyo menyampaikan, tanda-tanda kemenangan pasangan ABY-HJT ini sudah terlihat sejak pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Klaten tempo hari. Saat itu, pasangan ABY-HJT mendapat nomor urut 3.

“Sepertinya, semesta alam juga mendukung (semestakung). Karena nomor 3 itu angka yang paling besar dibanding angka 1 dan angka 2. Maka kita yakin, insya Allah, pasangan ABY-HJT juga akan mendapat biting (suara) yang paling banyak dibanding paslon lainnya. Wis wayahe, ABY dadi bupatine,” ujarnya.

Sementara itu, ABY dalam orasi politiknya mengatakan, untuk membangun Kabupaten Klaten, diperlukan pemimpin yang amanah, cerdas, dan visioner. Dan kuncinya, pemimpin itu harus jujur.

“Kalau pemimpinnya tidak jujur, ya tidak ada artinya. Pasti akan terjadi korupsi, kolusi, nepotisme, dan lainnya. Dan dampaknya, Klaten akan terus stagnan, tidak ada perkembangan, dan kalah dengan daerah lainnya. Maka, saatnya stop dinasti,” tandasnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *