Friday, 26 Feb 2021


Hidupkan Literasi Sosial Budaya, Ari KS Center Hadir Di Klaten

Ari Koeswanto berfoto bersama tamu undangan lainnya pada pembukaan Ari KS Center, Sabtu (16/1/2021) siang.

WartaKita.org – Pembukaan Ari Koeswanto ( Ari KS) Center digelar di Kafe Omah Joglo di Jalan Lingkar Selatan, Dukuh Maleman, Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten pada Sabtu (16/1/2021) siang.

Ari KS Center adalah forum informasi dan kajian sosial kebudayaan yang didirikan oleh Ari Koeswanto, pegiat budaya Klaten.

Pembukaan Ari KS Center diisi dengan acara jagongan atau sarasehan bersama tentang isu-isu sosial budaya yang saat ini sedang menjadi perbincangan. Acara dihadiri sekitar 40 orang dari pegiat sosial, budayawan, media, dan lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Panitia penyelenggara, Ika Nidaul Haq menyampaikan, pembukaan Ari KS Center ini diisi dengan jagongan atau sarasehan budaya. Karena menurutnya, jagongan atau sarasehan itu adalah kultur bangsa Indonesia yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kami berharap, kehadiran Ari KS Center ini bisa mengakomodir kebutuhan kita. Sebab selama ini, kajian budaya jarang sekali diadakan. Ataupun kalau ada, intensitasnya sangat kecil. Dengan adanya Ari KS Center ini diharapkan, kita bisa sharing bersama. Bicara banyak hal. Dan semoga (kegiatannya) bisa berkesinambungan,” katanya.

Sedang perwakilan tokoh masyarakat yang hadir, Tito Triatmoko menyatakan, Indonesia bisa merdeka karena jagongan. Manusia itu ada juga karena jagongan.

“Budaya itu berasal dari kata budi daya. Maka, kebudayaan manusia selalu berkembang sesuai dengan peradaban. Karenanya, dengan akal dan pikiran, manusia bisa mengatasi berbagai permasalahan. Sebab kalau tidak berbudaya, manusia akan menjadi kolot. Karena itu saya berharap, acara silaturahmi seperti ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” harapnya.

Sementara itu owner sekaligus founder Ari KS Center, Ari Koeswanto menjelaskan, pendirian Ari KS Center ini berkolaborasi dengan pegiat literasi Klaten.

“Pendirian Ari KS Center ini bertujuan untuk menghidupkan literasi sosial budaya Klaten, menumbuhkembangkan kebudayaan, memberi pemahaman tentang sesuatu hal berdasar sudut pandang kebudayaan, dan lainnya,“ jelasnya.

Ari Koeswanto mengatakan, budaya berlitersi perlu ditumbuhkembangkan di masyarakat, terutama kepada generasi muda. Dengan menumbuhkan semangat berliterasi, maka masyarakat akan mendasarkan cara berpikirnya pada ilmu pengetahuan. Dengan kebiasaan itu, maka karakter yang baik seperti obyektivitas cara berpikir dan berbudaya akan lahir.

“Kita akan adakan berbagai kegiatan yang dapat mewadahi para pelaku dan pegiat sosial budaya dalam memberikan ilmunya kepada masyarakat. Kita berikan kesempatan kepada mereka untuk membedah berbagai persoalan untuk menghasilkan pandangan dan pemikiran guna menuju kehidupan yang ideal. Pandangan dan pemikiran mereka nantinya diharapkan bisa dijadikan bahan rujukan dalam pembelajaran bagi masyarakat,” paparnya.

Usai sambutan dilanjutkan dengan jagongan atau sarasehan. Sejumlah peserta pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan pemikirannya. Seperti dari Kepala Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan (Kaminvetcad) IV-29 Klaten Mayor Inf  Puji Mulyono, pegiat sosial budaya Muhammad Anshori, pelaku media Sarjono, Zainudin Seno Aji, dan lainnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *