Tuesday, 19 Nov 2019


Hidup Adalah Kesempatan, Maka Cintailah Sesama Sebelum Dipanggil Tuhan

Misa Sadranan di makam Dukuh Ngendegan, Selasa (5/11/2019) sore.

WartaKita.org – Perayaan Ekaristi memperingati arwah orang beriman atau Misa Sadranan di makam Dukuh Ngendegan, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diadakan pada Selasa (5/11/2019) sore.

Ekaristi dipimpin oleh Rama Paulus Agung Wijayanto SJ dari Paroki Santo Antonius Muntilan, Kabupaten Magelang.

Misa dihadiri oleh umat Lingkungan Santo Fransiscus Xaverius (FX) Pandes Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, keluarga dari para leluhur yang dimakamkan di makam Ngendegan, dan umat lainnya.

Dalam homili, Rama Paulus Agung Wijayanto SJ mengajak umat untuk bersyukur karena sudah pernah dicintai Tuhan dan sesamanya. Karenanya, umat diajak untuk mendoakan sanak saudara dan sesamanya yang sudah meninggal dunia itu agar arwahnya diterima Tuhan.

“Dalam iman Katolik, Gereja atau pasamuan suci itu terdiri dari tiga kategori, yaitu para kudus yang telah mulia di surga, mereka yang sudah meninggal dan masih berada di api pencucian, dan umat yang masih hidup atau masih berziarah di dunia ini. Nah, tugas kita adalah mendoakan arwah saudara-saudari kita yang sudah meninggal itu agar segera bersatu dalam kemuliaan Tuhan,” kata rama.

Rama asal Lingkungan Santo FX Pandes ini mengatakan, hidup itu adalah kesempatan. Karenanya, umat diminta untuk mencintai Tuhan dan sesamanya selama masih hidup di dunia ini.

“Caranya, dengan hidup yang selaras dengan apa yang diajarkan Tuhan. Hidup yang bisa menjadi berkat bagi sesama dan lingkungan,” pesan rama.

Usai homili dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama para leluhur yang didoakan pada Ekaristi saat itu. Ada ratusan nama yang dibacakan secara bergantian oleh prodiakon dan pengurus lingkungan setempat.

Di akhir Ekaristi rarma memerciki bunga tabur dengan air suci. Kemudian, umat melakukan tabur bunga dan berdoa di makam para leluhurnya. Selanjutnya, umat beramah tamah dan menikmati hidangan yang telah disiapkan.

Misa sadranan ala Katolik ini rutin dilakukan di makam Ngendegan pada setiap bulan November. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *