Monday, 24 Jun 2019


Henry Indraguna: Buruh Dan Perusahan Harus Bekerjasama Saling Menguntungkan

Henry Indraguna saat sosialisasi Pemilu dengan ratusan buruh di Klaten, Sabtu (13/4/2019) siang.

WartaKita.org – Calon legislatif (caleg) Partai Perindo KRAT Henry Indraguna melakukan sosialisasi Pemilu dengan sekitar 300 buruh dari sebuah perusahaan penerbit dan percetakan ternama di Klaten yang diadakan di Rumah Makan Mayar By Pass Klaten, Sabtu (13/4/2019) siang.

Dalam kesempatan itu, Henry Indraguna mensosialisasikan Pemilu dan memperkenalkan diri, serta menyampaikan visi dan misi. Sosialisasi ini berlangsung hangat, akrab, dan penuh persaudaraan,

Saat sosialisasi itu, caleg Partai Perindo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V ini menyampaikan, buruh dan perusahaan itu ibarat simbiosis mutualisme. Keduanya harus bekerjasama dan saling menguntungkan.

“Buruh dan perusahaan itu harus bekerjasama. Buruh harus memperhatikan perusahaan, dan perusahaan harus memperhatikan buruhnya. Perusahaan tanpa buruh tidak dapat kerja. Buruh tanpa perusahaan juga tidak bisa bekerja. Maka, keduanya harus bekerjasama. Harus ada keseimbangan antara hak dan kewajiban,” katanya.

Terkait tenaga outsourcing, Caleg Partai Perindo nomor urut 1 ini menyatakan, sebenarnya, perusahaan yang menggunakan tenaga outsourcing itu lebih diuntungkan. Karena perusahaan tidak perlu memikirkan tunjangan hari raya (THR) untuk buruh, tidak ada hak-hak (buruh) lain yang harus diwujudkan, dan lainnya. Yang penting, kesepakatan kerja antara perusahaan dan buruh itu harus dijalankan.

“Prinsipnya, semuanya (aturan hak dan kewajiban) harus dituangkan dalam perjanjian. Karena kalau ada yang dilanggar, pasti akan terjadi masalah. Yang penting, hak dan kewajiban buruh harus diperhatikan. Dan buruh juga harus merasakan prinsip-prinsip keadilan,” ujarnya.

Sosialisasi Pemilu yang dilakukan Henry Indraguna ini disambut baik oleh para buruh di Klaten. Mereka menilai, Henry Indraguna itu adalah orang yang baik, cerdas, dan berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan rakyat, utamanya buruh.

“Karena sosoknya yang baik seperti itu, maka kami bersepakat untuk mendukung Pak Henry pada Pemilu 17 April 2019 nanti,” ucap salah satu buruh.

Seperti diketahui, sosialisasi saat itu merupakan hari terakhir masa kampanye. Henry merasakan, suka duka kampanye selama enam bulan itu akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan sepanjang hidupnya.

“Selama masa kampanye ini saya berjuang bersama rakyat, dan hidup bersama rakyat. Dan mulai besok (14/4/2019), saya sudah tidak bisa lagi blusukan ke desa-desa, makan bersama dengan mereka, dan lainnya. Saya tidak bisa bertemu secara masif lagi. Kenangan selama enam bulan ini tidak akan terlupakan. Karena kedekatan emosional saya dengan rakyat, maka teriakan mereka, tangisan mereka, ketawa mereka, selalu menghiasi mimpi saya, makan saya, dan tidur saya,” paparnya.

Pengacara kondang ini berharap, ketulusan hati dengan rakyat yang telah terbangun ini akan membuahkan hasil.

“Saya berharap, ketulusan hati ini tidak terkhianati oleh amplop, oleh uang kecil. Saya berharap, mereka tulus memilih saya dari hati yang paling dalam. Karena saya telah bekerja, saya mau turun, dan saya mau bersilaturahmi. Sudah sepantasnyalah saya mendapatkannya. Kalau terkhianati, ya saya yang paling sedih. Saya berharap, jangan ada dusta diantara kita,” ungkapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *