Saturday, 24 Aug 2019


Hebat, Umat Paroki Wedi Semakin Terlibat Dalam Bedah Rumah

Umat dan masyarakat bergotong-royong memperbaiki rumah Sudarto, Senin (5/3/2018).

Wartakita.org – Aksi “Bedah Rumah” di Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten kembali dimulai.

Kali ini, umat Lingkungan Santo Natanael Kalitengah dan masyarakat sekitar bergotong-royong memperbaiki rumah Sudarto di Dukuh Ngrahu, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi atau sebelah barat Balai Mandala Gereja Katolik Wedi pada Senin (5/3/2018).

Aksi bedah rumah di Lingkungan Santo Natanael Kalitengah ini sangat menarik. Dana yang digunakan untuk bedah rumah ini tidak hanya dari Dana Papa Miskin (Danpamis) Paroki Wedi. Tetapi juga dari sejumlah umat (secara pribadi) dan umat lingkungan lain di Paroki Wedi. Mereka ikut ambil bagian, baik dalam bentuk dana, material bangunan, tenaga, dan konsumsi untuk gotong-royong.

Pastor Kepala Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Rama Andrianus Maradiyo, Pr menyampaikan, ada sesuatu yang baru dalam aksi bedah rumah kali ini. Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Paroki Wedi menggerakkan umat (secara pribadi) dan lingkungan dalam aksi bedah rumah ini melalui media sosial yang ada di Paroki Wedi.

“Dan ternyata, tanggapan dari umat dan lingkungan sungguh luar biasa. Banyak umat dan lingkungan yang tergerak hatinya untuk membantu bedah rumah ini. Umat sangat bermurah hati. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada umat dan lingkungan yang telah tergerak hatinya untuk berpartisipasi dalam aksi bedah rumah ini,” kata rama.

Untuk bedah rumah Sudarto ini diperkiraan membutuhkan biaya sekitar Rp 7,3 juta. Biaya ini belum termasuk pengadaan pintu rumah. Sedang “subsidi” dari Paroki Wedi sebesar Rp 5 juta.

Karenanya, pada renungan prapaskah yang ketiga, umat Lingkungan Santo Natanael Kalitengah melakukan aksi solidaritas pengumpulan dana untuk membantu bedah rumah Sudarto ini. Saat itu dana terkumpul Rp 801 ribu.

Akhirnya umat sepakat, kekurangan dana untuk bedah rumah ini akan dimintakan donatur umat Lingkungan Santo Natanael. Dan kalau pun masih ada kekurangan, akan ditutup dengan kas lingkungan. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *