Sunday, 17 Nov 2019


Harga Beras di Klaten Masih Tinggi

Bupati Klaten Sri Mulyani saat sidak di Pasar Mlinjon, Jumat (19/1/2018).

Wartakita.org – Meski telah dilakukan operasi pasar (OP) beras beberapa waktu lalu, namun ternyata, harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Klaten masih tinggi.

Setidaknya, hal itu tergambar saat sidak Bupati Klaten Sri Mulyani di sejumlah pasar tradisional di Klaten, Jumat (19/1/2018).

Hari itu, Bupati Klaten melakukan sidak ke Pasar Mlinjon (Klaten), Pasar Totogan (Ngawen), dan Pasar Jeblog (Karanganom).

Berdasarkan pantauan di tiga pasar itu, harga beras untuk jenis tertentu terus mengalami kenaikan. Di Pasar Mlinjon misalnya, harga beras medium mulai hari Jumat ini justru kembali mengalami kenaikan.

Watik, salah satu pedagang beras di Pasar Mlinjon menyatakan, harga beras medium yang sebelumnya antara Rp11.000 – Rp11.500.000 per kg kembali naik menjadi Rp 12.500 per kilogramnya. “Kenaikan harga beras ini karena terbatasnya pasokan beras dari petani akibat dampak dari cuaca buruk,” katanya.

Kenaikan harga beras ini justru dikeluhkan sejumlah pedagang. Karena konsumen juga mengurangi pembelian beras. Sehingga pendapatan yang diperoleh pedagang justru menurun.

Terkait, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, sidak ke pasar ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung penyebab kenaikan harga beras yang terjadi sejak akhir Desember lalu. Menurut bupati, hingga saat ini, kenaikan harga beras di pasar tradisional masih terjadi.

“Dalam waktu dekat ini diharapkan harga beras kembali normal seperti kemarin. Sehingga masyarakat tidak cemas soal harga beras. Kalau harga beras turun, tentunya masyarakat akan tenteram dan senang,” harapnya.

Sekadar informasi, Pemkab Klaten bersama Bulog telah menggelontorkan beras murah sebanyak 50 ton ke 10 pasar tradisional beberapa waktu lalu. Namun ternyata, OP beras ini belum mampu menstabilkan harga beras. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *