Monday, 16 Sep 2019


GRB Paroki Wedi Bersama Masyarakat Buatkan 2 Rumah Untuk Warga Pasung

GRB Paroki Wedi dan masyarakat bergotong-royong membuatkan rumah untuk warga Pasung.

WartaKita.org – Gerakan Rumah Berkah (GRB) Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten bersama umat Lingkungan Santo Yusup Pasung dan masyarakat sekitar bergotong-royong membuatkan rumah untuk Suminem dan Sumiyati (cucu Suminem), warga Dukuh Tegal, Desa Pasung, Kecamatan Wedi. Gotong royong dimulai sejak Minggu (18/8/2019) pagi.

Pelaksanaan gotong royong diawali dengan upacara bendera serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hari Merdeka. Kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka yang dibawakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Dengkeng, Kyai Susilo Eko Pramono.

Dalam kata pembuka, Kyai Susilo mengucapkan terima kasih atas kepedulian GRB Paroki Wedi kepada warga yang berkeyakinan lain.

“Apa yang dilakukan oleh umat Katolik Paroki Wedi ini merupakan wujud kepedulian dan cinta kasih yang murni. Jadi, tidak ada tendensi atau kepentingan lain, selain dari pada kemanusiaan,” katanya.

Selanjutnya, rumah Suminem dan Sumiyati itu dibongkar total secara bergotong royong oleh GRB Paroki Wedi yang dibantu umat Lingkungan Santo Yusup Pasung dan masyarakat sekitar. Kemudian rumah tersebut dibangun semi permanen. Dari pondasi ke atas sekitar 1 meter dipasangi batako. Kemudian diatasnya diberi kalsiboard. Sedang atapnya dari asbes.

Gotong royong pembuatan rumah ini ditanggapi antusias oleh umat dan masyarakat. Umat menyumbang batako, semen 10 sak, pasir 1colt, kayu glugu, pemasangan listrik, kalsiboard, dan sejumlah uang. Bantuan dana juga mengalir dari umat dan warga di luar Lingkungan Yusup Pasung. Sedang seluruh konsumsi rewangan ditanggung oleh para ibu lingkungan.

Akhirnya, pembuatan rumah untuk Suminem dan Sumiyati ini dapat diselesaikan  pada Selasa (20/8/ 2019) pukul 23.30 malam atau sampai dilembur.

Sekadar diketahui, Mbah Suminem ini sudah berusia lanjut. Sedang Sumiyati atau cucu Mbah Suminem ini berstatus janda yang mempunyai 2 anak, yang satu diantaranya menderita sakit polio sehingga tidak bisa beraktivitas. (ax hartono/ls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *