Wednesday, 3 Jun 2020


Gelar Patroli Gabungan, Kapolres Klaten: Masyarakat Jangan Membuat Kegiatan Yang Mengumpulkan Massa

Patroli malam gabungan Polres Klaten bersama Kodim 0723 Klaten, Senin (23/3/2020) malam.

WartaKita.org – Polres Klaten bersama Kodim 0723 Klaten menggelar patroli malam gabungan untuk mengimbau warga agar tidak keluar rumah atau berkumpul dalam rangka mencegah penyebaran virus corona, Senin (23/3/2020) malam.

Patroli malam gabungan dipimpin langsung oleh Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo dan Dandim 0723/Klaten Letkol Kav Minarso.

Dalam patroli ini, puluhan personil Polres dan Kodim Klaten menyisir sejumlah tempat seperti di Alun-Alun Klaten, Jalan Pemuda, Stadion Trikoyo, sejumlah warung hik, warung lesehan, hingga kafe.

Secara proaktif personel gabungan memberikan imbauan kepada masyarakat yang sedang nongkrong untuk kembali ke rumah jika sudah tidak ada hal yang penting yang dikerjakan. Personel gabungan juga menggunakan kendaraan khusus berpengeras suara, sehingga imbauan bisa didengarkan masyarakat lebih luas.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan, patroli ini sebagai langkah preventif pencegahan virus corona melalui pembatasan interaksi sosial yang mana sudah diinstruksikan oleh Pemerintah.

“Kegiatan patroli akan dilaksanakan setiap hari dan dijalankan juga oleh seluruh jajaran Polsek dan Koramil,” katanya.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo menyatakan, imbauan-imbauan secara persuasif akan diberikan kepada masyarakat yang masih bergerombol, berkerumun, atau berkelompok dalam jumlah yang banyak. Masyarakat juga diimbau supaya tidak membuat kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa.

Kapolres Klaten menegaskan, larangan bergerombol atau berkumpul mempunyai ancaman hukum bagi yang melanggar.

“Apabila masyarakat atau siapapun itu yang sudah kita berikan imbauan dan pemahaman ini, kita berikan perintah tidak melaksanakan, atau bahkan melawan, maka bisa dikenakan KUHP pasal 218 216 yang mana ada ancaman pidana didalamnya. Diberikan peringatan 2 atau 3 kali masih berkerumun, masih bergerombol, maka kita anggap juga melanggar perintah pejabat yang berwenang. Untuk ancamannya dari 4 bulan sampai 1 tahun penjara,” tandasnya.

Pernyataan Kapolres tersebut didukung Dandim 0723/Klaten Letkol Kav Minarso.

Dandim Klaten menyampaikan, langkah preventif ini sangat penting karena Klaten sekarang diapit oleh 3 daerah yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Korona seperti Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, dan DIY.

“Jangan sampai instruksi social distancing (jaga jarak) ini diabaikan, sehingga membuat penyebaran virus corona meluas ke Klaten. Karena kita tidak bisa mendeteksi orang mana saja yang masuk Klaten, maka pencegahan seperti ini akan dilaksanakan terus-menerus sesuai dengan instruksi pimpinan sampai dinyatakan Covid-19 ini sudah tidak ada lagi di wilayah kita,” ujarnya. (L Sukamta/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *