Sunday, 15 Dec 2019


Fokus Pada Kesejahteraan, Paroki Wedi Programkan Pemberdayaan

Rama Maradiyo saat Rapat Pleno Dewan Paroki Wedi di Balai Mandala Gereja Wedi, Sabtu-Minggu (17-18/2/2018).

Wartakita.org – Fokus pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) pada tahun 2018 ini adalah kesejahteraan dan kaderisasi. Lantas, apa yang akan dilakukan Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten pada tahun ini?

Saat Rapat Pleno Dewan Paroki Wedi di Balai Mandala Gereja Wedi, Sabtu-Minggu (17-18/2/2018), Pastor Kepala Paroki Wedi, Rama Andrianus Maradiyo, Pr menyampaikan, fokus pastoral KAS pada tahun 2018 ini yaitu kesejahteraan dan kaderisasi.

“Dan sebagai bagian dari KAS, maka fokus pastoral Paroki Wedi tahun 2018 ini juga akan menitikberatkan pada upaya menciptakan kesejahteraan bagi umat dan masyarakat, serta kaderisasi untuk Orang Muda Katolik (OMK),” kata rama.

Rama Maradiyo menambahkan, saat Temu Pastoral (Tepas) di Muntilan beberapa waktu lalu disebutkan, berdasarkan data tahun 2016, jumlah penduduk Kabupaten Klaten ada 1.144.040 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14,89% atau sejumlah 170.374 jiwa masih hidup dalam kemiskinan.

“Lantas pertanyaannya adalah: apakah yang bisa (harus) kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu? Selama ini, Paroki Wedi memang telah melakukan berbagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat, seperti program peduli pendidikan, bedah rumah, lantainisasi, dan bantuan sembako. Namun ini sifatnya karitatif murni, belum ke pemberdayaan,” ujar rama.

Maka pada tahun 2018 ini, kata Rama Maradiyo, harus ada upaya pemberdayaan untuk umat dan masyarakat.

“Ada wacana pembentukan Paguyuban Petani Pancasila. Menurut saya, ini wacana yang baik. Karena tidak hanya sekadar untuk meningkatkan kesejahteraan, tetapi semangat nasionalisme juga ditunjukkan. Dan sebagai pilot project (proyek percontohan), maka kebun (milik) di belakang Gereja Wedi akan ditanami jeruk nipis,” papar rama.

Rama Maradiyo menambahkan, berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan, maka Bapa Uskup Agung KAS, Mgr Robertus Rubiyatmoko meminta agar setiap paroki menggelar peringatan Hari Orang Miskin Sedunia (HOMS). Tahun ini, HOMS akan diperingati pada hari Minggu, 18 November 2018.

“Paroki Wedi juga akan menggelar peringatan HOMS. Tidak sekadar gebyar, tetapi, peringatan HOMS ini diharapkan sungguh menunjukkan kepedulian dan keberpihakan Gereja kepada orang (masyarakat) miskin,” harap rama.

Sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan, maka Paguyuban Ibu Paroki Wedi memprogramkan pemanfaatan lahan kosong atau lahan terbatas untuk ditanami tanaman yang bermanfaat atau produktif. (L Sukamta)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *