Monday, 16 Sep 2019


Dukung Program Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, UKDW Yogyakarta Adakan Sosialisasi Mekanisme Permohonan Telex Visa

Peserta antusias mengikuti Sosialisasi Mekanisme Permohonan Telex Visa Bagi Mahasiswa Asing” di Ruang Seminar Pdt Dr Harun Hadiwijono UKDW Yogyakarta, Jumat (3/5/2019).

WartaKita.org – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Kelembagaan IPTEK dan Dikti) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), serta Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mengadakan “Sosialisasi Mekanisme Permohonan Telex Visa Bagi Mahasiswa Asing” di Ruang Seminar Pdt Dr Harun Hadiwijono UKDW Yogyakarta, Jumat (3/5/2019).

Sosialisasi Mekanisme Permohonan Telex Visa Bagi Mahasiswa Asing ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan program “Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Indonesia” melalui pengelolaan layanan penerbitan izin belajar dan dokumen keimigrasian bagi mahasiswa asing.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Subdit Visa Direktorat Jenderal Imigrasi Ibnu Ismoyo, Subdit Izin Tinggal Terbatas Direktorat Jenderal Imigrasi Ronald Arman Abdullah, dan staf Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Indonesia Yunitha Fajarwati.

Acara sosialisasi ini dibuka oleh Rektor UKDW Yogyakarta Henry Feriadi.

Dalam sambutan Henry Feriadi menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian kecil dari keinginan sejumlah kampus yang tergabung dalam LLDIKTI Wilayah V untuk membangun world class university.

“Saat ini tidak hanya ranking di Kemenristek Dikti yang penting bagi universitas. Jumlah mahasiswa asing yang belajar di universitas juga mempengaruhi bobot penilaian. Ini penting, karena kehidupan universitas tidak hanya ditentukan dari mekanisme pembelajaraan mahasiswa saja, tetapi juga mobility untuk staf dan dosen,” katanya.

Sedang Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Sutrisno mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan KUI di masing-masing universitas untuk melakukan pelayanan di kampus sebagai salah satu cara untuk mewujudkan area bebas korupsi.

“Pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai peraturan terbaru mekanisme permohonan telex visa bagi mahasiswa asing. Jika ada permasalahan maupun kendala dalam hal proses perijinan bisa langsung disampaikan dalam forum ini,” ujarnya.

Dalam diskusi, Subdit Visa Direktorat Jenderal Imigrasi Ibnu Ismoyo menjelaskan bahwa Indonesia mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2015.

“Terkait hal itu, maka Kemenristek Dikti berencana membangun KEK di sektor pendidikan. Kehadiran KEK pendidikan ini dapat memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi asing untuk membuka kampusnya di Indonesia. Dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa Indonesia sesuai dengan tuntutan zaman. Hal ini tentunya sangat mendukung program world class university,” jelasnya.

Ibnu Ismoyo menambahkan,  pihak universitas perlu memahami regulasi pengaturan student visa dan berbagai kebijakan keimigrasian bagi mahasiswa asing.

“Data-data mahasiswa asing yang berada di Indonesia ini digunakan sebagai database record. Sehingga surat izin belajar atau rekomendasi dari pihak terkait itu sangat penting. Karena semua surat dan data yang masuk terpusat di kantor imigrasi,” terangnya. (Biro Kerjasama dan Relasi Publik UKDW Yogyakarta/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *