Monday, 21 Oct 2019


Direktur PPSM: Menjadi Pengurus Lingkungan Itu Harus Bersuka Cita…

Pembekalan pengurus lingkungan di Balai Mandala Gereja Wedi, Minggu (29/9/2019) pagi.

WartaKita.org – Paguyuban Ketua Lingkungan Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan pembekalan pengurus lingkungan di Balai Mandala Gereja Wedi, Minggu (29/9/2019) pagi.

Pembekalan yang diikuti oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Lingkungan ini mengusung tema “Membangun Spiritualitas Pelayanan sebagai Pengurus Lingkungan”.

Tampil sebagai narasumber pembekalan adalah Direktur Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM) yang juga Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang (KAS) Rama FX Sugiyana Pr.

Ketua  Paguyuban Ketua Lingkungan Paroki Wedi Theresia Budi Wahyuni menyampaikan, pembekalan pengurus lingkungan ini adalah salah satu program kerja dari Paguyuban Ketua Lingkungan. Karena berbagai hal, maka pembekalan pengurus lingkungan itu baru bisa diadakan saat ini. Padahal, pengurus lingkungan sudah bekerja sejak dilantik pada tanggal 1 Januari 2019 silam.

“Kegiatan ini diikuti oleh 36 lingkungan yang masing-masing mewakilkan tiga pengurus hariannya. Semua peserta mengikuti pembekalan ini dengan antusias dan bersemangat. Karena tugas pelayanan sebagai pengurus lingkungan masih harus diselesaikan dalam dua tahun ke depan,” katanya.

Sedang dalam sambutan, Pastor Kepala Paroki Wedi Rama AG Luhur Prihadi Pr mengatakan, pengurus lingkungan merindukan mendapat banyak bekal dalam melayani umat. Dan sebagian dari bekal itu sudah diberikan saat pertemuan paguyuban ketua lingkungan di setiap bulannya.

“Kita ini satu tubuh, satu roh. Apa yang kita bangun bersama, dan kalau ada hal-hal yang berbeda-beda, tetap dijiwai satu roh yang kudus, Katolik, dan apostolik. Maka pembekalan pengurus lingkungan ini menjadi penting dan akan selalu relevan,” ujar rama.

Sementara itu dalam paparannya Rama FX Sugiyana menyatakan, menjadi pengurus lingkungan itu harus bersuka cita. Karenanya, tunjukkan wajah yang penuh suka cita itu setiap hari, agar diwarisi oleh para kaum muda.

“Maka, para kaum muda itu akan senang menggantikan panjenengan (pengurus lingkungan). Karena mereka melihat, ternyata menjadi pengurus lingkungan itu menyenangkan. Mereka tidak malah muntaber (mundur tanpa berita). Karena biasanya, saat pemilihan pengurus lingkungan itu umat bersikap “rendah hati”, seperti merasa tidak mampu, tidak bisa apa-apa, masih muda, dan lainnya,” papar rama. (thbw/ls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *