Friday, 26 Feb 2021


Di Tangan Isnaeni, Tumpukan Kayu “Disulap” Jadi Joglo Limasan Yang Menawan

Rumah joglo limasan milik H Moch Isnaeni tampak dari samping depan.

WartaKita.org – Mempunyai rumah yang nyaman dan asri adalah dambaan setiap orang. Karenanya, tak jarang orang rela mengeluarkan uangnya untuk bisa memiliki rumah yang nyaman dan asri sesuai dengan selera hati.

Hal ini juga dilakukan oleh pasangan suami istri (Pasutri) H Moch Isnaeni dan Hj Istikomah yang tinggal di Jalan Kiai Ageng Gribig, Gang IV Nomor 48 RT 02 RW 13 Kampung Tegalmulyo, Kelurahan  Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.

Moch Isnaeni memiliki rumah lawas jenis limasan yang sekelilingnya dipenuhi dengan ratusan jenis bunga koleksi dari Istikomah, istrinya.

Mantan Kasubag Analis Kemitraan Media Bagian Humas Pemkab Klaten ini menyampaikan, rumah limasan model ndeso ini merupakan hasil dari berburu rumah lawas itu. Awalnya, ada 6 unit dan hanya ditumpuk tidak terawat hingga banyak yang rusak.

Namun di tangan Isnaeni, tumpukan kayu dari rumah lawas itu dipilah dan dipilih. Kayu yang masih bagus kemudian dirakit kembali menjadi sebuah rumah berbentuk joglo limasan yang bernilai seni. Memang, sebagian kayu dari rumah lawas ini sudah banyak yang rusak karena dimakan usia.

“Tumpukan kayu bekas rumah lawas jenis limasan itu awalnya saya simpan di kampung tempat kelahiran saya di daerah (Kecamatan) Bayat. Kebetulan ada lahan kosong untuk menyimpannya. Sehingga kayu-kayu yang masih bisa dimanfaatkan saya bawa ke Klaten. Selanjutnya, kayu-kayu bagian dari joglo limasan itu dirakit kembali dan didirikan di lahan kosong dekat rumah saya,” katanya, Selasa (9/2/2021).

Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  Kabupaten Klaten ini mengatakan, berkat tangan-tangan terampil  yang membantu merakit kembali, akhirnya rumah lawas itu  menjadi rumah yang keren dan asri. Model rumah dibuat limasan memanjang.

Di dalam rumah lawas ini, interior dan perabotnya didominasi dari bahan kayu jati dan lampu-lampu antik. Sedang di bagian samping dipenuhi ribuan jenis buku yang tertata rapi di rak almari. Juga terdapat beberapa kursi goyang tempo dulu.

Rumah ini terasa nyaman untuk tempat istirahat dan kumpul-kumpul. Siapapun akan dibuat betah berlama-lama jika berada di rumah lawas milik Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten ini.

Menariknya lagi, di sepanjang halaman teras dan tepi jalan samping rumah dipenuhi ratusan jenis bunga yang  merupakan koleksi dari Istikomah.

H Moch Isnaeni saat beraktifitas di rumah joglo limasannya.

Sekertaris Dai Kamtibmas Polres Klaten ini menambahkan, rumah joglo limasan ini memang dibiarkan terbuka agar bisa berfungsi serbaguna.

“Disamping untuk menerima tamu, bisa juga untuk acara pertemuan ibu-ibu PKK, untuk pertemuan dan  rapat warga, untuk  pengajian Majelis Ta’lim dan pengajian kampung, untuk pertemuan keluarga, untuk acara hajatan kecil- kecilan, untuk taman bacaan masyarakat, dan lain-lain,” paparnya.

Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Klaten ini mengungkapkan, di sekitar rumah joglo limasan ini ditanami berbagai jenis tanaman bunga. Karena selain untuk menambah keindahan kampung, juga untuk mendukungan program Bupati Klaten Sri Mulyani yaitu menjadikan Klaten sebagai Kota Bunga Sejuta Warna.

“Sedangkan buku-buku yang ada di sini bisa dimanfaatkan untuk taman bacaan masyarakat dan guna menggairahkan minat baca dan literasi bagi warga sekitar,” ucapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *