Wednesday, 17 Jul 2019


Dari “Uang Receh”, Kelas Blok Teater Palusaka Bagikan Sembako Kepada Tukang Becak

Anak-anak Kelas Blok Teater Palusaka membagikan sembako kepada tukang becak, Kamis (20/6/2019) siang.

WartaKita.org – Sejumlah 60 anak yang tergabung dalam Kelas Blok Teater Palusaka (SMP Pangudi Luhur 1 Klaten) membagikan 25 paket sembako kepada para tukang becak yang sering mangkal di sekitar sekolah setempat pada Kamis (20/6/2019) siang.

Paket sembako yang dibagikan itu berisi beras, gula, mie instan, teh dan kecap. Sedang dana yang digunakan untuk bakti sosial ini adalah hasil dari celengan anak-anak teater selama sekitar 10 bulan.

Salah satu anak Kelas Blok Teater Palusaka, Thea Swasti menyampaikan, ide celengan Rp 100 ini berasal dari Pendamping Kelas Blok Teater yaitu Aloysius Bernad Setiaji atau yang akrab disapa Bang Bend.

Seperti diketahui, saat ini keberadaan uang receh Rp 100 sering dipandang sebagai sesuatu yang kecil dan sepele oleh sebagian orang. Tetapi uang koin tersebut ternyata bisa memberikan dampak yang bermanfaat bagi sesama bila dikumpulkan dan dikelola dengan baik.

“Maka setiap hari anak-anak menyisihkan (minimal) Rp 100 dari uang saku mereka untuk dimasukkan ke celengan dari botol bekas. Setelah sekian bulan, maka celengan dikumpulkan di sekolah. Dan uang yang terkumpul itu digunakan untuk bakti sosial dan makan bersama di kantin sekolah,” katanya.

Thea Swasti menjelaskan, uang yang terkumpul dari celengan tersebut sebesar Rp 1.550.000. Uang tersebut digunakan untuk membeli 25 paket sembako, dan sisanya digunakan untuk operasional dan makan bersama di kantin sekolah.

“Penerima paket sembako ini adalah para tukang becak. Kasihan para tukang becak. Sekarang sudah banyak tergeser oleh transportasi berbasis online. Belum tentu dalam seharian mereka mangkal, mereka bisa membawa pulang rejeki. Inilah alasannya mengapa kami memilih tukang becak untuk diberikan sembako,” jelasnya.

Sedang Pendamping Kelas Blok Teater, Aloysius Bernad Setiaji menyatakan, pembelajaran teater di SMP Pangudi Luhur 1 Klaten sebenarnya lebih kepada pendidikan karakter atau character building. Yaitu bagaimana anak-anak bisa menjadi lebih percaya diri, menghormati orang lain, dan tentunya melatih kepekaan sosial anak-anak untuk mau berbagi kepada sesama. Salah satunya adalah dengan “gerakan” celengan Rp 100 ini.

“Ini bukan soal besar atau kecilnya uang yang terkumpul. Tetapi intinya adalah keikhlasan hati anak-anak untuk menyisihkan sedikit dari uang saku mereka untuk digunakan berbagi kepada sesama dalam bakti sosial ini,” ucap Bang Bend di sela-sela kegiatan baksos.

Pihak sekolah pun menyambut baik kegiatan bakti sosial yang dilakukan anak-anak teater ini. Sekolah berharap, baksos seperti ini bisa berlanjut lagi di tahun berikutnya. Karena baksos ini adalah kegiatan yang  positif untuk melatih anak-anak supaya mau berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Sebab pada prinsipnya berbagi itu tidak akan pernah rugi… (L Sukamta)

1 thought on “Dari “Uang Receh”, Kelas Blok Teater Palusaka Bagikan Sembako Kepada Tukang Becak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *