Tuesday, 20 Apr 2021


Dari Iseng-Iseng Berhadiah, Yaya Buka Kafe Kopi di Laweyan, Solo, Tawarkan Aneka Minuman Dan Menu Pilihan 

Yaya sedang meracik kopi melayani pelanggannya.

WartaKita.org – Perjalanan hidup seseorang memang sulit untuk diprediksi. Setidaknya, hal itu juga dialami oleh Sinatrya Surya Hutama, warga Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Berawal dari kecintaannya pada minuman kopi, pemuda lajang kelahiran 20 Juni 1997 ini akhirnya membuka usaha Kafe Kopi Yaya.co di Jalan Latar Ireng Nomor 6 Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

“Dari iseng-iseng berhadiah, saya akhirnya memberanikan diri untuk membuka kafé kopi. Karena saya memang penikmat kopi,” katanya, Selasa (5/1/2021) malam.

Mahasiswa Jurusan Administrasi Binis di Universitas Telkom Bandung ini menyampaikan, perjalanan dirinya membuka kafe kopi ini cukup berwarna-warni. Masalah demi masalah muncul sehingga membentuk usahannya menjadi seperti ini.

“Nama kedai kopi ini saya ambil dari nama saya sendiri. Karena saya sering dipanggil Yaya, maka saya namakan Kafe Kopi Yaya.co. Saya berharap nama Kafe Kopi Yaya.co ini bisa harum di masyarakat. Tentunya dibarengi dengan menjaga nama baik kafé kopi ini,” harapnya.

Yaya menyatakan, Kafe Kopi Yaya.co ini mulai buka pada 16 Oktober 2020. Adapun menu minuman yang ditawarkan yaitu kopi, coklat, moktail (non alkohol), dan non kopi. Sedang menu makanan yang disajikan cukup variatif, ada konsep western, Indonesia, dan Nusantara.

“Jam operasional kafe dari pukul 09.00 pagi sampai pukul 24.00 malam. Sampai saat ini saya dibantu 6 karyawan, terdiri 3 orang di dapur, 2 orang di bar, dan 1 orang di kasir,” ujarnya.

Anak pertama dari pasangan Edi Utama dan Endah Sulistyarini ini mengatakan, alasan dia membuka kafe kopi karena Yaya ingin menikmati kopi yang nikmat dari buatannya sendiri.

“Menurut saya, kopi itu unik. Memang rasanya pahit. Tetapi dibalik pahitnya itu, ada banyak cerita. Apalagi karena ada bermacam-macam kopi di Nusantara ini,” ungkapnya.

Pemuda 24 tahun ini menjelaskan, sebelum membuka usaha kafe kopi, dia pernah belajar meracik kopi di Beranda Kopi di Kota Barat, Solo.

“Saya dulu sempat bekerja di kedai kopi. Saya belajar dari situ, sehingga bisa bikin kopi, dan makin mencintai kopi. Kebetulan, saya dapat tempatnya di sini (Jalan Latar Ireng). Ya nggak masalah. Sepanjang tempat ini bisa digunakan untuk usaha. Apalagi tempat ini berbeda dengan lainnya. Tidak biasa,” terangnya.

Meski baru dalam taraf “babat alas” atau permulaan, namun omzet kafe kopi ini sudah lumayan.

“Saat ini, per hari kita bisa dapat Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta,” ucapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *