Tuesday, 22 Sep 2020


Dampak Virus Corona, Ritual Tawur Kesanga Tetap Diadakan, Tetapi Terbatas Dan Tertutup

Acara konferensi pers mengenai Tawur Kesanga di Kantor Unit TWC Prambanan, Senin (23/3/2020) siang.

WartaKita.org – Dampak dari penyebaran virus corona (covid-19) semakin dirasakan dalam berbagai sendi kehidupan. Salah satunya dalam segi ritual keagamaan.

Ritual Tawur Kesanga misalnya. Rangkaian ritual dari perayaan Hari Suci Nyepi bagi umat agama Hindu ini biasanya diadakan secara besar dan meriah. Namun untuk tahun 2020 ini tetap diadakan, tetapi secara sangat terbatas dan tertutup.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klaten I Gusti Gde Hendrata Wisnu saat konferensi pers di Kantor Unit Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Senin (23/3/2020) siang.

“Ritual Melasti, Tawur Kesanga, dan Brata Nyepi merupakan ritual yang tidak terpisahkan dari rangkaian Hari Suci Nyepi yang wajib dilaksanakan. Tetapi karena mengingat adanya wabah virus corona, maka peserta untuk ritual Tawur Kesanga dibatasi hanya 60 orang,” katanya

I Gusti Gde Hendrata Wisnu menjelaskan, dalam ritual Tawur Kesanga ini pesertanya cukup melibatkan Manggala Upacara, Pinandita, Sarati Banten, dan panitia yang ditunjuk. Skala  ritual Tawur Kesanga diperkecil.

“Ritual Tawur Kesanga ini bersifat tertutup. Karena Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan juga diberlakukan tertutup sejak beberapa hari lalu sehubungan adanya wabah corona,” tuturnya.

Wisnu menyampaikan, sebanyak 60 orang yang akan mengikuti ritual Tawur Kesanga ini akan diberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Peserta yang datang akan diperiksa suhu badannya oleh petugas  Satpam TWC Prambanan. Kemudian, peserta Tawur Kesanga harus mencuci tangannya menggunakan cairan hand sanitizer yang disediakan oleh panitia.

“Dalam kegiatan Hari Suci Nyepi kali ini ada sejumlah acara yang ditiadakan. Antara lain yoga massal dan bersih-bersih di komplek candi dihilangkan. Sedang doa untuk keselamatan bangsa dan Negara Indonesia akan diadakan,” terangnya.

Sedang Ketua panitia Hari Suci Nyepi tahun 1942 Saka, Yanto mengungkapkan, perayaan Hari Suci Nyepi ini untuk menyucikan umat Hindu. Karena itu, umat Hindu yang tidak dapat mengikuti kegiatan ritual Tawur Kesanga bersama, agar tetap bersembahyang di rumah masing-masing.

“Kami berharap, perayaan Hari Suci Nyepi berjalan lancar, dan umat Hindu dapat menjalankan brata Nyepi,” harapnya.

Sementara itu, Pejabat TWC Prambanan, Haryono mengungkapkan, petugas keamanan TWC Prambanan akan menjaga kelancaran ritual Tawur Kesanga ini.

“Peserta Tawur Kesanga agar menunjukkan tanda ID Card-nya. Bila tidak menunjukan ID Card tidak diperbolehkan masuk. Kemudian bila saat dicek suhu badannya menunjukan angka 37,5 lebih, maka akan diisolasi,” paparnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *