Monday, 23 Nov 2020


Dampak Pandemi Covid-19, Pendapatan Pedagang Minuman Di Yogyakarta Turun Drastis

Paulus sedang melayani pembeli.

WartaKita.org – Paulus Suryanto (60) membuka usaha “warung” minuman pop ice di sekitar kampus ASMI Santa Maria Yogyakarta sejak tahun 2017 dengan modal awal Rp 2 juta. Usaha ini dilakukan untuk mengisi kesibukan setelah dia pensiun dari pekerjaannya sebagai salesman.

Paulus kini memiliki 2 gerobak. Warungnya menyediakan cappuccino, oreo, coklat dengan toping susu coklat, dan cincau yang dijual dengan harga Rp 5.000 per cup. Sedang konsumennya didominasi remaja.

Selama pandemi Covid-19 ini, omset penjualan warung Paulus menurun drastis. Ini terjadi karena banyak kampus yang diliburkan. Sementara konsumen pop ice ini dominasi mahasiswa kampus ASMI Santa Maria Yogyakarta.

Dalam sehari, biasanya Paulus bisa menjual sampai 50 cup. Dia berjualan dari pukul 10.00 pagi sampai pukul 15.00 sore. Namun selama pandemi Covid-19 ini, dia hanya bisa menjual 20 hingga 30 cup per hari. Akibatnya, pendapatan Paulus menurun sekitar 80 persen dari biasanya.

Paulus berjualan dari Senin sampai Jumat di depan kampus ASMI Santa Maria Yogyakarta. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu, Paulus berjualan di UGM Yogyakarta.

“Saya berharap, pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Sehingga jualan saya kembali laris. Saya bisa mendapat rejeki yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena walaupun saya sudah tua, tetapi saya tidak menyerah dengan keadaan,” harapnya. (Hana Theresia Dameni, Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta, Prodi Public Relations/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *