Saturday, 24 Aug 2019


Cetak Generasi Anti Korupsi, Pemkab Klaten Luncurkan Buku Matur Jujur

Peluncuran program Buku Matur Jujur untuk anak SD dan SMP di GOR Gelarsena Klaten pada Kamis (2/5/2019).

WartaKita.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dalam hal ini Dinas Pendidikan meluncurkan program Buku Matur Jujur untuk anak SD dan SMP di GOR Gelarsena Klaten pada Kamis (2/5/2019).

Peluncuran program Buku Matur Jujur ini dihadiri Bupati Klaten beserta jajarannya, ratusan kepala sekolah, guru, serta para pelajar SD dan SMP. Pemkab Klaten juga menghadirkan Staf Fungsional Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Daniel Rustandi.

Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan, program Buku Matur Jujur ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak pada gadget, sekaligus membiasakan para pelajar untuk berperilaku jujur dari hal kecil sejak dini. Seperti mengisi buku diary atau buku harian dengan jujur setiap hari.

“Dengan demikian diharapkan, ke depan anak-anak ini menjadi orang-orang yang hebat dan jujur, serta tidak melakukan korupsi,” harapnya.

Sedang Staf Fungsional Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Daniel Rustandi menyatakan, Indonesia yang bebas dari korupsi merupakan cita-cita bersama. Karena itu, upaya untuk memberantas korupsi di Indonesia terus dilakukan oleh para pemangku kepentingan.

“Upaya untuk memberantas korupsi dilakukan melalui 3 hal, yaitu penindakan hukum, perbaikan sistem, dan pencegahan. Dalam hal pencegahan bisa dilakukan melalui pendidikan. Seperti melalui program Buku Matur Jujur ini,” katanya.

Daniel Rustandi mengapresiasi atas apa yang dilakukan Pemkab Klaten ini.

“Dengan program Buku Matur Jujur ini nantinya bisa membiasakan para pelajar untuk berperilaku jujur dari hal terkecil. Sehingga nantinya jika anak-anak ini sudah dewasa dan menjadi penyelenggara negara misalnya, perilaku jujur yang telah terbangun sejak kecil itu bisa menjadi modal untuk berperilaku jujur dan jauh dari tindakan korupsi,” ujarnya.

Buku Matur Jujur ini akan diberikan gratis kepada para pelajar. Nantinya, para pelajar mendapat “tugas tambahan” yaitu menuliskan kegiatan mereka setiap hari dengan jujur. Sehingga diharapkan kelak mereka akan menjadi anak-anak yang jujur. Seperti yang dipesankan Bupati Klaten: Anak jujur akan mujur. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *