Saturday, 8 Aug 2020


Cegah Covid-19 Dengan PSBB

SEJAK awal Maret 2020, Indonesia digegerkan dengan adanya Covid-19 atau virus corona. Virus ini menular begitu cepat, terutama kepada orang-orang yang imunitas atau kekebalan tubuhnya kurang baik.

Covid-19 atau virus corona ini merupakan jenis virus yang menyerang pernapasan manusia dan bisa menyebabkan kematian. Virus  yang berasal dari Wuhan, China ini dapat dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.

Menurut laman KONTAN.co.id, Pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama virus corona pada awal Maret.

Lalu apa saja gejala Covid-19?

Gejala seseorang terkena virus corona antara lain demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius, batuk kering, lemas, sakit tenggorokan, sesak atau kesulitan bernapas, dan sakit kepala.

Sedang dalam laman Interaktif.kompas.id dijelaskan bahwa secara umum, penularan paling efektif virus corona antarmanusia adalah melalui droplet atau cairan yang dikeluarkan saat batuk atau bersin serta yang menempel di benda sekitar. Penularan antarmanusia yang terjadi dengan masif ini membuat Pemerintah menerapkan pembatasan jarak dan sosial secara ketat.

Karena itu, Pemerintah Indonesia memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan Pemerintah yang memberlakukan social distancing ini merupakan cara yang tepat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pemerintah juga melakukan karantina mandiri dan menutup tempat-tempat yang sifatnya mengundang massa. Ini merupakan langkah yang dilakukan Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona semakin luas.

Selain itu, Pemerintah juga memberlakukan peraturan larangan mudik bagi masyarakat yang merantau di zona merah (red zone). Dengan adanya larangan mudik ke kampung halaman ini diharapkan dapat mencegah penyebaran covid-19.

Upaya pencegahan penyebaran covid-19 juga dilakukan dengan penerapan PSBB di berbagai daerah maupun kota. Pemerintah berharap, dengan PSBB ini pandemi virus corona yang sudah menyebar luas di Indonesia itu dapat segera teratasi.

Dengan adanya PSBB yang diberlakukan di sejumlah daerah atau kota membuat masyarakat hanya dapat melakukan kegiatan di rumah saja. Masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah guna membatasi diri dengan lingkungan luar yang dapat memicu penyebaran covid-19.

Namun ternyata, dampak dari social distancing dan PSBB ini dirasakan oleh masyarakat. Adanya PSBB membuat berbagai fasilitas umum terpaksa ditutup. Tidak hanya itu, sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, restoran, dan lainnya juga ditutup demi pencegahan covid-19 ini.

Akibat pemberlakuan PSBB, sebagian masyarakat terkena dampaknya. Ada warga yang mengalami kekurangan pangan, penghasilan menurun, work from home (WFH), dan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai daerah.

Tetapi Pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak corona. Misalnya dengan memberikan bantuan sembako, dan kebutuhan lainnya selama terjadinya pandemi virus corona.

Selain Pemerintah, aparat kepolisian juga ikut andil dalam pencegahan covid-19 ini. Misalnya dengan membagikan masker kepada pengendara yang tidak menggunakan masker saat di luar rumah, membubarkan kelompok masyarakat yang masih berkumpul di luar rumah, memberhentikan kendaraan yang nekad mudik ke kampung halamannya, dan lainnya.

 

Triwati Wuryandari

Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta

Jurusan Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *