Thursday, 22 Oct 2020


Bertemu BEM, Kapolda Jateng: Mahasiswa Boleh Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum, Asal Patuhi Undang- Undang

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi berfoto bersama perwakilan BEM Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, Jumat (16/10/2020).

WartaKita.org – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat luas terutama mahasiswa untuk tetap mematuhi aturan ketika menyampaikan pendapat di muka umum.

Pernyataan ini disampaikan Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menemui perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi di Jawa Tengah di ruang Kapolda Jateng, Jumat (16/10/2020).

Pertemuan itu dihadiri Direktur Intelkam, Direktur Binmas, Kapolrestabes Semarang, dan para Ketua BEM Perguruan Tinggi di Jateng.

“Atas nama apapun juga, kalau mau menyampaikan pendapat di muka umum, harus mematuhi Undang- Undang Nomor 9 Tahun 1999,” katanya.

Kapolda Jateng menegaskan, menyampaikan pendapat di muka umum itu bebas, tetapi tentunya tetap menjamin kebebasan orang lain.

“Ada klausul yang harus dipenuhi dan ditaati, termasuk oleh adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Irjen Pol Ahmad Luthfi menyatakan, tindakan hukum yang diambil Polri, khususnya Polda Jateng ketika ada yang melanggar aturan tersebut tentunya sesuai dengan regulasi yang ada.

“Polri, khususnya Polda Jateng tidak bangga bisa menangkap para perusuh demo. Penangkapan para perusuh itu dalam rangka memelihara harkamtibmas, melindungi, dan mengayomi masyarakat kita. Kalau ada yang melanggar hukum, akan kita terapkan prinsip equality before the law. Jadi, semuanya sama di mata hukum. Tidak peduli siapa. Mau mahasiswa atau siapapun. Jadi tolong, ini dijadikan pedoman bagi mahasiswa sekalian,” tandasnya

Ahmad Luthfi menegaskan, pembubaran demo yang terjadi di Jateng sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap).

“Kami berharap, ke depan, para mahasiswa agar menunda aksi unjuk rasa dengan pertimbangan masa pandemi Covid-19 dan adanya potensi rusuh saat aksi,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas soal adanya penyusup yang jadi provokator demo, permintaan pengalihan penahanan 4 mahasiswa dengan alasan kuliah dan menghindari drop out, dan lainnya. (L Sukamta/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *