Saturday, 8 Aug 2020


Bawa Celurit, Warga Baturan Jadi Berurusan Dengan Polisi

Kasubbag Humas Polres Klaten Iptu Nahrowi saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (27/2/2020).

WartaKita.org – SG warga Desa Baturan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten harus berurusan dengan aparat Polres Klaten akibat membawa celurit dalam jok motornya.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasubbag Humas Polres Klaten Iptu Nahrowi saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (27/2/2020) mengatakan, kejadian tersebut bermula saat menjelang waktu subuh, petugas jaga Polsek Kebonarum mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada segerombolan pemuda yang mencurigakan pada Minggu (23/2/2020).

Selanjutnya, petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan ditemukan ada segerombolan pemuda yang sedang menongkrong. Setelah ditelusuri, ternyata 4 orang itu mengaku bukan warga Kecamatan Kebonarum.

“Rencananya, mereka ini mau nonton balapan liar. Warga setempat yang curiga kemudian melaporkan ke Polsek,” katanya.

Kasubbag Humas Polres Klaten Iptu Nahrowi melanjutkan, tak mau kecolongan, akhirnya petugas membawa keempatnya ke Polsek Kebonarum. Setelah diinterogasi mendalam, akhirnya kecurigaan petugas terbukti. Di salah satu jok motor yang dikendarai pemuda ini terdapat barang berbahaya yakni sebilah celurit. SG yang tak berkutik lagi, mengaku bahwa celurit tersebut sengaja disimpan dengan alibi untuk berjaga-jaga jika terjadi keributan.

“Celurit yang dibawa ini sangat berbahaya. Bisa saja digunakan untuk berbuat kejahatan dan mengancam nyawa orang lain. Kita ingin Klaten tetap kondusif, makanya kita tindak tegas,” jelasnya.

Atas perbuatannya SG terancam pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *