Monday, 25 Jan 2021


Batik Itu Warisan Budaya, Maka Perlu Dilestarikan Generasi Muda

Wagiyem saat membatik di Museum Batik Yogyakarta.

WartaKita.org – Museum Batik Yogyakarta merupakan salah satu museum yang terletak di Kota Yogyakarta. Di museum batik ini, pengunjung dapat melihat koleksi batik, mengikuti workshop membatik, dan lainnya.

Biasanya, pengunjung yang belajar membatik di museum batik ini akan dibimbing oleh Ny Wagiyem (55). Dia telah bekerja selama 14 tahun di Museum Batik Yogyakarta. Wagiyem akan membimbing pengunjung dengan penuh kesabaran.

Sejak duduk di bangku SMP, Wagiyem memiliki ketertarikan dengan batik. Warga yang tinggal di lingkungannya, yaitu di daerah Prawirodirjan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap minat membatiknya.

Awalnya, dia memulai membatik di kain kecil. Namun lama-kelamaan dia mencoba membatik pada kain yang berukuran lebih besar. Dan sekarang, kain batik hasil karyanya bisa mencapai harga jutaan rupiah.

Pengalaman selama belasan tahun mempertemukan Wagiyem dengan berbagai macam orang. Sudah banyak wisatawan yang dia temui. Baik yang berasal dari dalam maupun maupun luar negeri. Dan sebelum pandemi covid-19, mayoritas turis yang berkunjung ke Museum Batik berasal dari Amerika dan Vietnam.

Selama bekerja di Museum Batik, dia mendapat kesempatan mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia seperti Bali, Probolinggo, dan Sidoarjo.

Menurut Wagiyem, belajar membatik itu tidak semata-mata menggoreskan malam di atas kain. Membatik memiliki kaitan erat dengan nilai kehidupan.

Wagiyem mengatakan, belajar membatik berarti belajar menjadi sabar dan teliti. Karena saat membatik , dia merasakan ketenangan.

“Ketelatenan dan ketekunanlah yang mengantarkan saya menjadi pembatik hingga hari ini,” katanya.

Wagiyem memiliki berbagai macam tips dan trik dalam membantu orang lain belajar membatik .

“Untuk anak-anak usia 3-5 tahun, biasanya saya pegangi cantingnya. Saya ikuti arahnya. Dengan senang hati, saya memberikan penjelasan bagaimana anak-anak membatik yang baik dan benar,” ujarnya.

Dia pun sungguh mengapresiasi model dan jenis batik yang berkembang sekarang ini. Sebab setiap orang mempunyai ciri khas masing-masing.

Karenanya, Wagiyem berpesan agar generasi muda tetap melestarikan budaya batik agar bisa dinikmati hingga anak cucu mereka.

“Batik itu merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan oleh generasi muda,” ucapnya. (Angeline Louisabethania, mahasiswi Universitas Gadjah Mada, Prodi S1 Sastra Prancis/ls).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *