Tuesday, 22 Sep 2020


Bantu Masyarakat, RSCH Klaten Buka Layanan Rapid Test Mandiri Dengan Biaya Terjangkau

Direktur Utama RSCH Klaten dr. Netty Heryawati Sp.OG (kiri) sedang menunjukkan form rapid test, Selasa (2/6/2020).

WartaKita.org – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Klaten dan sekitarnya.

Mulai Senin (1/6/2020), Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten secara resmi membuka layanan rapid test Covid-19 atau virus corona secara mandiri bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebenarnya, layanan rapid test Covid-19 di RSCH Klaten secara resmi baru diluncurkan pada 1 Juni 2020.

Tetapi karena animo masyarakat untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 secara mandiri ini sangat antusias, maka sejak Sabtu (30/5/2020) lalu, rumah sakit yang berada di Jalan Merbabu Nomor 7 Klaten itu telah dibanjiri oleh puluhan warga.

Rapid test adalah skrining awal Covid-19 dalam tubuh melalui sampel darah. Sampel inilah yang memberi informasi adanya imunoglobulin atau IgM dan IgG dalam tubuh manusia.

Direktur Utama RSCH Klaten dr. Netty Heryawati Sp.OG saat ditemui Selasa (2/6/2020) menjelaskan, layanan rapid test  ini bertujuan untuk membantu memudahkan masyarakat yang ingin mengetahui kemungkinan ada atau tidaknya virus corona di dalam tubuhnya dengan cepat dan mudah.

Dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 disebutkan, rapid test menjadi syarat wajib bagi mereka yang akan bepergian.

Karenanya, seseorang harus bisa menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) Test atau Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan atau rumah sakit atau puskesmas atau klinik kesehatan.

“Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan surat keterangan sehat tersebut, maka RSCH Klaten membuka layanan rapid test secara mandiri. Sebab surat keterangan bebas Covid-19 ini harus dimiliki oleh masyarakat apabila hendak melakukan perjalanan ke lain daerah,” katanya.

Netty Heryawati Sp.OG menyampaikan, sejak 30 Mei hingga Selasa (2/6/2020) ini, antuasias warga yang memanfaatkan layanan rapid test secara mandiri terlihat sangat baik. Terbukti sudah ada 57 orang yang melakukan rapid test.

“Dari 57 orang yang melakukan rapid test itu, ada 1 yang reaktif. Yang reaktif kita data dan kita laporkan ke Dinas Kesehatan Klaten untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Netty Herawati mengatakan, masyarakat yang ingin melakukan rapid test secara mandiri cukup melakukan pendaftaran berdasarkan kartu identitas secara online melalui nomor WhatsApp (WA) yang telah ditentukan. Setelah itu, mereka datang ke RSCH Klaten untuk memilih jenis layanan yang diinginkan dan membayar di kasir. Kemudian, mereka diarahkan untuk menuju laboratorium screening rapid test.

“Hasil rapid test akan dikirimkan melalui WhatsApp. Dan jika membutuhkan hardcopy, bisa diambil di RSCH Klaten. Hal ini untuk menghindari kerumunan,” terangnya.

Netty menyatakan, biaya untuk rapid test ini sangat terjangkau oleh masyarakat.

“Dengan melakukan General Check Up (GCU) di RSCH Klaten, masyarakat mendapatkan surat resmi yang dikeluarkan dari rumah sakit berupa surat keterangan sehat, hasil laborat rapid test, dan hasil screening kesehatan,” paparnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *