Wednesday, 17 Jul 2019


Awas Hati-Hati, Lampu “Bangjo” di Klaten Dipasangi CCTV….

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi saat memantau monitor CCTV di Mapolres Klaten, Senin (14/1/2019).

WartaKita.org – Para pengguna jalan yang melintas di wilayah hukum Polres Klaten mulai sekarang diminta lebih berhati-hati dan tertib diri. Mengapa? Karena sebanyak 12 traffic light atau lampu “bangjo” telah dipasangi closed circuit television (CCTV).

Pemasangan CCTV ini merupakan bagian dari penerapan sistem tilang berbasis elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di wilayah hukum Polres Klaten. Sistem tilang berbasis elektronik ini sudah diujicobakan sejak 21 Desember 2018, dan akan efektif berlaku mulai 21 Januari 2019.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Adhytiawarman Gautama Putra menyampaikan, setidaknya ada 12 titik lokasi yang sudah terpasang CCTV yaitu 2 titik di simpang tiga Prambanan, 2 titik di simpang empat Pasar Srago, 2 titik di simpang empat BAT Karanganom Klaten, 2 titik di simpang empat Masjid Agung Al-Aqsha, 2 titik di simpang empat Karang Delanggu, dan 2 titik di simpang empat RSI Klaten.

“Kita sudah lakukan ujicoba sejak 21 Desember 2018. Dan mulai 21 Januari 2019 sudah dimulai penegakan hukum. Selama uji coba ini, Satlantas Polres Klaten sudah mengirimkan 240 surat konfirmasi. Dari jumlah tersebut, hampir 98 persen penerima surat konfirmasi datang atau menghubungi Satlantas,” katanya.

AKP Adhytiawarman Gautama Putra menjelaskan, mekanisme pelaksanaan E-TLE ini yaitu setiap pelanggar yang ter-screen capture TLE akan dikirimkan surat konfirmasi yang berisi gambar rekaman CCTV dilengkapi nomor telpon dan jam pelayanan Unit Tilang Satlantas Polres Klaten. Jika pelanggar datang akan diberi lembar tilang untuk membayar ke BRI. Apabila dalam 4 hari tidak konfirmasi, maka akan dilakukan pemblokiran STNK.

“Yang banyak menjadi pertanyaan masyarakat adalah jika pelanggar adalah bukan pemilik STNK tersebut. Karena yang membayar denda adalah nama yang tertera dalam STNK. Untuk itu, pemilik kendaraan yang dijual harus segera dilakukan balik nama,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi menyatakan, pemberlakuan E-TLE ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di jalan, serta berguna untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas. Selain itu, E-LTE ini juga bertujuan untuk menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan.

“E-LTE ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berlalu lintas sekaligus kesadaran mentaati aturan yang berlaku seperti balik nama kendaraan dan sebagainya. Intinya, memaksa pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas meski di tempat itu tidak ada petugas polisi,” tandasnya.

Kapolres Klaten mengatakan, ke depan, CCTV yang dipasang di lampu “bangjo” akan terus ditambah. Polres Klaten akan bersinergi dengan pihak lain seperti Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *