Monday, 18 Mar 2019


AUTP, Bentuk Perlindungan Pemerintah Kepada Petani

Upaya Kementerian Pertanian RI untuk mensukseskan pencapaian target swasembada pangan sudah memjadi tekad dan harus berhasil.

Berkenaan dengan hal itu, maka mulai tahun 2015, Pemerintah melaksanakan Upaya Khusus (Upsus) swasembada padi dengan target produksi pada tahun 2018 mencapai 80,08 juta ton. Tetapi usaha tani di sektor pertanian, khususnya usaha tani padi dihadapkan pada risiko ketidakpastian sebagai akibat dampak negatif iklim yang merugikan petani.

Untuk mengatasi kerugian petani, maka Pemerintah membantu mengupayakan perlindungan usaha tani dalam asuransi pertanian, sebagaimana tercantum pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang telah ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015 tentang Fasilitasi Asuransi Pertanian.

Asuransi pertanian sangat penting bagi para petani untuk melindungi usaha taninya. Asuransi Pertanian merupakan pengalihan risiko yang dapat memberikan ganti rugi akibat kerugian usaha tani, sehingga keberlangsungan usaha tani dapat terjamin.

Melalui asuransi usaha tani padi (AUTP), Pemerintah (melalui pihak lain) memberikan jaminan terhadap kerusakan tanaman akibat banjir, kekeringan, serta serangan hama dan penyakit tumbuhan atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT), sehingga petani akan memperoleh ganti rugi sebagai modal kerja untuk keberlangsungan usaha taninya.

 

Tujuan penyelenggaraan AUTP ini untuk :

  1. Memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat risiko banjir, kekeringan, dan serangan OPT.
  2. Mengalihkan kerugian akibat risiko banjir, kekeringan, dan serangan OPT kepada pihak lain melalui pertanggungan asuransi.

 

Manfaat yang dapat diberikan petani melalui AUTP adalah :

  1. Memperoleh ganti rugi keuangan yang akan digunakann sebagai modal kerja usaha tani untuk pertanaman berikutnya.
  2. Meningkatkan aksesibilitas petani terhadap sumber-sumber pembiayaan.
  3. Mendorong petani untuk menggunakan input produksi sesuai anjuran usaha tani yang baik.

 

Kriteria pemilihan calon peserta AUTP adalah

  1. Petani yang memiliki lahan sawah dan melakukan usaha budidaya tanaman padi pada lahan paling luas 2 (dua) hektar.
  2. Petani penggarap yang tidak memiliki lahan usaha tani dan menggarap lahan sawah paling luas 2 (dua) hektar.

 

Kriteria Lokasi

Lokasi AUTP dilaksanakan pada lahan sawah irigasi (irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi desa/sederhana, dan lahan rawa pasang surut/lebak yang telah memiliki sistem tata air yang berfungsi) dan lahan sawah tadah hujan yang tersedia sumber-sumber air (air permukaan dan air tanah).

 

Resiko Yang Dijamin

AUTP memberikan jaminan atas kerusakan pada tanaman yang diasuransikan yang diakibatkan oleh banjir, kekeringan, dan serangan OPT dengan batasan-batasan sebagai berikut :

  1. Banjir adalah tergenangnya lahan pertanian selama periode pertumbuhan tanaman dengan kedalaman dan jangka waktu tertentu, sehingga menurunkan tingkat produksi tanaman.
  2. Kekeringan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan air tanaman selama periode pertumbuhan tanaman yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak optimal, sehingga menurunkan tingkat produksi tanaman.
  3. Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah organisme yang dapat mengganggu dan merusak kehidupan tanaman atau menyebabkan kematian pada tanaman pangan, termasuk didalamnya :
  • Hama tanaman : Penggerek Batang, Wereng Batang Coklat, Walang Sangit, Tikus, Ulat Grayak dan Keong M
  • Penyakit tanaman : Blast, Bercak Coklat, Tungro, Busuk Batang, Kerdil Hampa, Kerdil Rumput/Kerdil Kuning dan Kresek.

 

Ganti Rugi

Ganti rugi diberikan kepada peserta AUTP aapabila terjadi banjir, kekeringan dan atau serangan OPT yang mengakibatkan kerusakan tanaman padi yang dipertanggungkan dengan kondisi persyaratan :

  1. Umur padi sudah melewati 10 hari (10 hari setelah tanam/10 HST)
  2. Umur padi sudah melewati 30 hari (teknologi tabela)
  3. Intensitas kerusakan mencapai >75% dan luas kerusakan mencapai > 75% pada setiap luas petani

 

Harga Pertanggungan

Dalam AUTP, harga pertanggungan ditetapkan sebesar Rp 6.000.000 per hektar per musim tanam. Harga pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi dan batas maksimum ganti rugi.

 

Premi Asuransi Usahatani Padi (AUTP)

Premi asuransi adalah sejumlah uang yang dibayar sebagai biaya untuk mendapatkan perlindungan asuransi. Total premi asuransi sebesar Rp 180.000/ha/MT. Besaran bantuan premi dari Pemerintah Rp 144.000/ha/MT dan sisanya swadaya petani Rp 36.000/ha/MT. Jika luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari 1 (satu) hektar, maka besarnya premi (dan ganti rugi) dihitung secara proporsional.

 

Jangka Waktu Pertanggungan

Polis asuransi diterbitkan untuk satu musim tanam dengan jangka waktu pertanggungan dimulai pada tanggal perkiraan tanam dan berakhir pada tanggal perkiraan panen.

 

Pendaftaran Calon Peserta

  1. Tanaman padi yang dapat didaftarkan menjadi peserta asuransi harus tanaman padi maksimal berumur 30 hari, penilaian kelayakan menjadi peserta asuransi dilakukan oleh perusahaan asuransi pelaksana.
  2. Kelompok Tani dapat didampingi oleh petugas pertanian dalam mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan formulir yang telah disediakan (Form AUTP-2)
  3. Premi swadaya dibayarkan ke rekening asuransi pelaksana (penanggung) dan menyerahkan bukti pembayaran kepada asuransi pelaksana.
  4. Asuransi pelaksana memberikan bukti asli yang terdiri dari : (a) pembayaran premi swadaya (20%) dan (b) polis/sertifikat asuransi kepadak kelompok tani.

 

FORM AUTP-2

FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA

ASURANSI USAHA TANI PADI (AUTP)

 

  1. Nama Kelompok Tani :
  2. Nama Ketua Kelompok :
  3. Alamat :
  4. Nomor HP Ketua :
  5. Jumlah Luas Lahan (Ha) :
  6. Musim Tanam :
  7. Perkiraan Tanam :                  Tanggal :           Bulan :                 Tahun :

 

Ketua Kelompok Tani tersebut di atas, menyatakan bahwa nama anggota yang tertera pada Tabel di bawah ini, mendaftar sebagai calon peserta AUTP.

 

No Kecamatan Desa Nama anggota Luas lahan (Ha) Jumlah Premi Swadaya (Rp)
                 JUMLAH

 

 

Tanggal…………Bulan ,,,,,,,,,,,,, tahun ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Ketua Kelompok Tani

 

(Nama Terang)

Widiyanti 

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan

Kabupaten Klaten

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *