Monday, 25 Jan 2021


Apel Kebangsaan Virtual GP Ansor: Tiada Gentar Dada Ke Muka, Bela Agama, Bangsa, Dan Negeri

Apel kebangsaan secara virtual yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Minggu (29/11/2020).

WartaKita.org – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Klaten menggelar acara mendengarkan apel kebangsaan secara virtual yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangnongko pada Minggu (29/11/2020).

Apel kebangsaan ini di hadiri sekitar 200 orang Ansor-Banser (Barisan Ansor Serbaguna) utusan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan se Kabupaten Klaten.

Apel Kebangsaan diawali dengan pembacaan Teks Pancasila dan Nawa Prasetya Banser, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, Mars Ansor dan Mars Banser. Kemudian Orasi Kebangsaan yang disampaikan oleh Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan diakhri dengan Mars Syubbanul Wathon.

Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas dalam orasinya menyampaikan beberapa poin.

Pertama, pandemi Covid-19 telah membatasi ruang gerak dan aktifitas warga. Namun sebagai kader GP Ansor, mereka tidak akan menyerah seberat apapun tantangan ke depannya.

“Semoga kita dan bangsa yang kita cintai ini senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan lahir batin, dan keberkahan,” katanya.

Kedua, kader GP Ansor memiliki dua tanggung jawab inti yaitu kepada NKRI dan para ulama atau kyai NU. Tanggung jawab tersebut diaplikasikan dengan menjaga NKRI dan para kyai.

“Menjaga para kyai tidak hanya menjaga dari ancaman-ancaman, buly-an, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan para kyai di musim pandemi saat ini,” ujarnya.

Ketiga, para tokoh agar mampu memberikan contoh atau teladan yang baik. Selain itu, juga mampu menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Kesehatan dan keselamatan masyarakat juga harus menjadi priotitas bagi para tokoh dalam melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

“Diharapkan tidak ada lagi pertemuan-pertemuan yang melibatkan masyarakat dan berisiko atau berdampak negatif kepada kesehatan dan keselamatan masyarakat,” imbaunya.

Keempat, GP Ansor meminta kepada pemerintah untuk tegas menegakkan aturan, terutama tegas dalam menegakkan aturan yang terkait dengan pandemi Covid-19.

“Tidak boleh ada tawar-menawar. Pemerintah harus tegas. Jika protokol kesehatan dilanggar, tegakkan peraturan dan hukum,” pintanya.

Kelima, seluruh kader Ansor-Banser untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2020. Kader Ansor-Banser harus bisa memberi contoh di lingkungannya. Pilkada tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan.

“Demokrasi yang berkualitas itu bukan hanya pada prosesnya saja. Bukan saja demokrasi yang menolak politik uang. Tetapi juga demokrasi yang bisa menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat,” tandasnya.

Keenam, dalam merespon dinamika sosial dan politik di Indonesia belakangan ini, kader Ansor-Banser bersama-sama dengan TNI dan Polri siap menjaga, mengamankan, dan merawat keutuhan NKRI.

“Tidak boleh ada yang tegak berdiri di negeri ini mengatasnamakan kesewenang-wenangan, merasa paling benar sendiri. Negara Indonesia tegak berdiri karena bersama-sama, dan milik kita bersama,” tegasnya.

Gus Yaqut menyatakan, menjadi Indonesia adalah menjadi manusia yang bisa meletakkan diri di dalam keberagaman. Menjadi manusia yang bisa menerima perbedaan-perbedaan.

“Dan dari perbedaan-perbedaan ini akan berbuah persatuan dan kekuatan untuk kita semua,” harapnya. (L Sukamta/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *