Saturday, 24 Aug 2019


Allah Tidak Pernah Salah Mempersatukan Keluarga

Rama AR Yudono Suwondo Pr berfoto bersama Keluarga Albertus Urip Haryanto, Sabtu (3/8/2019) malam.

WartaKita.org – Keluarga sebagai persekutuan (consortium) seluruh hidup, menurut kodratnya terarah kepada kesejahteraan suami istri (bonum coniugum) serta kelahiran dan pendidikan anak.

Pernyataan ini disampaikan Pastor Paroki Santo Mikael Pangkalan TNI Angkatan Udara Adisutjipto Yogyakarta, Rama AR Yudono Suwondo Pr dalam homili pada Perayaan syukur 25 tahun perkawinan Albertus Urip Haryanto dan Fransisca Sismiyatun dirayakan di Pendopo Dukuh Sutran, Desa Canan (Lingkungan Santa Anna Margorejo), Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada Sabtu (3/8/2019) malam.

Rama Suwondo mengatakan, untuk bisa menjadi keluarga yang tahan uji, maka keluarga perlu pertama, mengembangkan sikap belas kasih. Sikap belas kasih yang tanggap akan kebutuhan orang lain ini perlu terus dikembangkan.

Kedua, senantiasa menetapkan kehendak untuk bergembira. Karenanya, jangan biarkan pikiran kita mengendalikan kita ke arah pesimisme dan kemurungan.

Ketiga, terus-menerus membangun kesadaran bahwa Aku berharga di mata Tuhan, aku dicintai-Nya dan aku diutus-Nya.

Dan keempat, bekerja sama satu dengan yang lain.

“Bekerja sama satu  dengan yang lain ini bertujuan untuk satu, memeriksa alur perjalanan hidup. Dua, mencari jawaban atas aneka pertanyaan. Dan tiga, saling menguatkan dalam tugas perutusan masing-masing demi mewujudkan keluarga yang  baik, indah, dan benar,” kata rama.

Rama yang merupakan adik kandung dari Urip Haryanto ini menyatakan, tentu usaha-usaha ini tidak sekali jadi dan perlu terus dibangun. Keluarga membutuhkan energi dan kekuatan. Maka perlu  “bahan bakar spiritual” yang harus secara rutin diusahakan. Seperti mengikuti perayaan Ekaristi dengan segala dimensinya.

“Maka, marilah kita syukuri keluarga kita masing-masing. Allah tidak pernah salah mempersatukan kita dalam keluarga. Tugas kita adalah menemukan kehendak Allah itu dalam ketekunan dan kegembiraan. Jangan mohon kemudahan, tetapi mohonlah kekuatan, energi, antusiasme, sikap respect, dan kegembiraan dalam melewati tantangan demi tantangan,” pesan rama. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *