Saturday, 15 Dec 2018


Aktualisasikan Perdamaian, Masyarakat Harus Saling Menghargai Dan Berempati

Dialog tokoh agama di Gedung Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten pada Kamis (22/11/2018).

Wartakita.org – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten mengadakan dialog tokoh agama tingkat kecamatan di Gedung Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten pada Kamis (22/11/2018).

Dialog bertema “Agama dalam perspektif moderasi” ini menampilkan dua pembicara, yaitu Pastor Paroki Roh Kudus Kebonarum Rama Gregorius Sulistiyanto Pr dari unsur agama Katolik dan Pengasuh Pondok Pesantren Joglo Alit Jogonalan, Klaten KH Mohammad Qowim dari unsur agama Islam.

Dalam dialog itu, Rama Gregorius Sulistiyanto Pr menyampaikan, perjuangan perdamaian bukan sekadar perjuangan individulis, melainkan akan menjadi lebih efektif ketika dilakukan secara bersama-sama sebagai gerakan komunal.

“Aktualisasi perdamaian dinyatakan dalam tindakan menghargai, (dan) memanusiakan manusia dengan empati,” katanya.

Pastor Paroki Roh Kudus Kebonarum ini menjelaskan, pendidikan perdamaian adalah pendidikan yang memerlukan proses, melibatkan masyarakat dari semua golongan, mengaitkan dengan pengalaman nyata sehari-hari, sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang mempunyai kesadaran kritis untuk berani keluar dari permasalahan hidupnya.

“Proses perdamaian itu melalui beberapa tahapan. Yaitu mengambil langkah perjumpaan, mensyukuri langkah apa dan mengapa, memecah langkah menjaring lebih dalam, dan memberi langkah sehati sepikir,” paparnya.

Sedang KH Mohammad Qowim menyatakan, dalam memoderasi keberagaman masyarakat nusantara, maka warga perlu membuka cakrawala kesadaran yang lebih luas dan produktif.

“Seperti satu, mengembangkan konsep bertauhid konstitusi sebagai bagian dari eksplorasi sisi kemanusiaan dari konsep tauhid. Dua, memperkaya semangat kolaborasi daripada kompetisi. Dan tiga,  mengganti cara pandang keumatan dengan kacamata lebah,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Joglo Alit Jogonalan ini.

Usai penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan narasumber. Dialog dimoderatori oleh Valentinus Bambang Setyawan. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *