Thursday, 22 Oct 2020


Akibat Pandemi Covid-19, Bumdes Ponggok Merugi Rp 14 M, Sejumlah Aset Akan Dijual

Kepala Desa Ponggok Junaedi Mulyono

WartaKita.org – Dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh banyak pihak.

Salah satunya dialami oleh BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Dari 9 unit usaha yang dimiliki BUMDes Ponggok, hanya 2 unit usaha yang jalan. Padahal, aset BUMDes Ponggok ini cukup besar. Seperti Umbul Ponggok, Ponggok Ciblon, gedung pertemuan, dan usaha lainnya.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Desa Ponggok Junaedi Mulyono di sela Musyawarah Desa (Musdes) Ponggok, Kamis (15/10/2020).

“Pada masa pandemi Covid-19 ini, operasional sebagian besar unit usaha BUMDes Ponggok mandeg. Diperkirakan, potensi kerugian mencapai Rp 14 milyar. Karena pandemi Covid-19, target pendapatan BUMDes pada tahun 2020 ini malah ada yang minus. Bahkan untuk menutup operasional saja sudah tidak bisa,” katanya.

Kades Ponggok Junaedi Mulyono menyatakan, pada Musdes ini dilaporkan bahwa BUMDes Tirta Mandiri sudah minus Rp 70 juta. Karena itu, Pemerintah Desa (Pemdes) dan BUMDes Ponggok harus mempunyai strategi baru untuk keluar dari  permasalahan ini.

“Kita harus mempunyai strategi dan solusi. Kita harus memiliki kreatifitas, sehingga kita bisa bangkit lagi. Salah satunya dengan merevitalisasi obyek-obyek wisata yang ada. Juga dengan penataan berbagai fasilitas yang ada sebagai konsekuensi dari pemberlakukan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, juga untuk pembenahan. Karena 30 persen infrastruktur di obyek wisata itu sudah rusak,” ujarnya.

Kades Junaedi Mulyono mengatakan, karena pandemi Covid-19, maka rencana anggaran perusahaan BUMDes Ponggok juga direvisi. Dari target pendapatan BUMDes sebesar Rp 20 milyar, direvisi menjadi sekitar Rp 5 milyar. Dan dari jumlah itu, untuk biaya operasional dan investasi sudah tidak ada.

“Tetapi di satu sisi, BUMDes Ponggok ini memilik aset yang jumlah dan nilainya lumayan. Maka, ada rencana untuk menjual sebagian aset BUMDes untuk investasi agar BUMDes bisa berjalan. Nantinya, aset akan dijual untuk investasi. Setelah BUMDes berjalan, maka diharapkan akan menghasilkan pendapatan. Dan dari pendapatan ini akan dibelikan aset lagi,” terangnya.

Junaedi Mulyono menjelaskan, secara demokrasi, Musdes adalah forum tertinggi di desa. Karena itu, Pemdes Ponggok mengundang tokoh masyarakat, Pokdarwis, PKK, RW, BPD, Perangkat Desa, dan lainnya. Termasuk kelompok yang tidak setuju jika aset BUMDes ini dijual.

“Dulu, kita pernah menjadi BUMDes terbaik nasional. Pendapatan BUMDes juga besar. Tetapi sekarang, kondisi BUMDes Ponggok seperti ini. Lha, apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan BUMDes Ponggok?” tanyanya.

 

Junaedi Mulyono menyampaikan, karena dampak Covid-19, maka Pendapatan Asli Desa (PADes) Ponggok direvisi. Sebelumnya, target pendapatan untuk PADes Ponggok 2020 sekitar Rp 2 milyar. Tetapi karena pandemi Covid-19, maka target pendapatan diubah menjadi sekitar Rp 500 juta. Dan kemungkinan besar, target tersebut tidak akan tercapai.

“Kita butuh solusi bersama. Agar program Pemdes Ponggok bisa berjalan, dan BUMDes Tirta Mandiri bisa menggeliat lagi. Nah, solusi bersama ini yang kita musyawarahkan di Musdes,” tandasnya.

Junaedi menerangkan, aset yang rencananya akan dijual itu yakni saham di PT KTM dan 6 sertipikat lainnya dengan nilai pembelian sekitar Rp 3,1 milyar. Aset yang akan dijual itu berupa homestay, gudang, sawah, dan lainnya.

“Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membayar pajak, pengembangan unit usaha, dan pengembalian investasi masyarakat. Karena sejak pandemi Covid-19 ini, banyak warga yang menarik investasinya yang senilai Rp 5 juta per kepala keluarga (KK) itu,” terangnya.

Junaedi menambahkan, untuk pelepasan aset BUMDes ini akan dibentuk panitia lelang yang berasal dari unsur Pemdes, BPD, BUMDes, dan perwakilan masyarakat.

“Kita akan buat aturan, aset yang dijual tidak boleh dibeli oleh orang dari luar Ponggok. Yang membeli harus orang Ponggok,” tegasnya.

Sementara itu Ketua BPD Ponggok Nugroho mengemukakan, Musdes mengenai rencana penjualan aset BUMDes ini baru pertama kali ini diadakan.

“Tugas kami (BPD) adalah menjembatani atau memfasilitasi. Tetapi prinsipnya, BUMDes Ponggok harus segera ditolong agar tidak semakin merugi dan bisa beroperasi secara normal,” ucapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *