Sunday, 15 Dec 2019


57 Anak Paroki Wedi Terima Komuni Pertama

Anak-anak penerima komuni pertama berfoto bersama rama Paroki Wedi.

WartaKita.org – Sebanyak 57 Anak Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten menerima Sakramen Mahakudus atau Komuni untuk yang pertama kalinya di gereja setempat, Minggu (23/6/2019) pagi.

Perayaan Ekaristi penerimaan komuni pertama yang bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Kristus ini dipersembahkan oleh Pastor Paroki Wedi, Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr bersama Rama Emmanuel Maria Supranowo Pr.

Dalam homili Rama AG Luhur Prihadi menyampaikan, misteri Tubuh dan Darah Kristus hanya bisa dipahami oleh orang yang percaya. Karenanya, dalam menyambut komuni orang harus tahu dan sadar bahwa yang disambut itu adalah Tubuh dan Darah Kristus.

“Sebelum menyambut Tubuh dan Darah Kristus, anak-anak harus dipersiapkan, baik dari sisi pengetahuan, iman, dan lainnya. Sehingga anak-anak bisa layak dan pantas untuk menyambut Tubuh dan Darah Kristus,” kata rama.

Rama Luhur menambahkan, orang tua berkewajiban untuk mendampingi iman anaknya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan memberi contoh dan teladan yang baik kepada anak-anak mereka.

“Anak-anak harus dibiasakan untuk mengikuti perayaan Ekaristi secara utuh dan penuh. Dari mulai ritus pembuka sampai ritus penutup. Maka jangan sampai datang (ke Ekaristi) telat, dan pulang cepat. Dan uyuk-uyukan (berdesak-desakan) saat (menerima) komuni,” ujar rama,

Pada Ekaristi ini, anak-anak menerima komuni dua warna, yaitu hosti dan anggur. Satu per satu, anak-anak dengan didampingi orang tuanya maju untuk menerima komuni dengan tertib dan khitmad.

Usai Ekaristi diadakan perayaan syukur komuni pertama di Balai Mandala. Acara perayaan syukur diisi dengan sambutan, penyerahan piagam kepada penerima komuni pertama, pemberian tali asih kepada pendamping, hiburan, dan makan bersama.

Dalam sambutan, Kabid Pewartaan dan Evangelisasi Paroki Wedi, Agustinus Sukirmo mengajak anak-anak untuk rajin mengikuti perayaan Ekaristi dan berbagai kegiatan yang diadakan baik di lingkungan, gereja, maupun di paroki.

“Setelah menerima komuni, anak-anak wajib mengikuti kegiatan misdinar. Karena di misdinar, anak-anak akan mendapat pengetahuan, pengalaman, dan pembinaan iman secara berjenjang dan berkelanjutan,. Anak-anak juga akan mendapat banyak teman. Maka bergabunglah dalam kegiatan misdinar,” pesannya. (L Sukamta)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *