Friday, 5 Jun 2020


500 Umat Dari 5 Gereja Ikuti Perayaan Natal Bersama di Desa Pesu

Kepala Desa Pesu berfoto bersama para pendeta, panitia, dan anak-anak pengisi acara perayaan Natal Desa Pesu, Jumat (10/1/2020) petang.

WartaKita.org – Ibadah dan Perayaan Natal 2019 Paguyuban umat kristiani Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten digelar di Lapangan Desa Pesu, Jumat (10/1/2020) malam.

Ketua Panitia Natal Agus Wiyono dalam laporan menyampaikan, Ibadah dan Perayaan Natal 2019 ini dihadiri sekitar 500 orang dari 5 “denominasi” gereja yang ada di Desa Pesu, yaitu Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kerasulan Baru Indonesia (GKBI), Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), serta umat Katolik Lingkungan Santo Petrus dan Santo Paulus Mawen.

“Dalam natalan kali ini kami juga mengundang Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, Ketua RT, Ketua RW, para Pendeta, dan undangan lainnya. Kami berupaya agar Natalan ini bisa terus diadakan setiap tahun,” katanya.

Sedang Kepala Desa (Kades) Pesu Budi Hartono dalam sambutan mengucapkan selamat natal kepada umat yang hadir pada natalan ini.

“Saya berharap perayaan Natal ini bisa diadakan setiap tahun. Karena warga yang jarang bertemu, bisa bertemu. Dengan bertemu, kita bisa semakin bersatu. Dengan bersatu, kita bisa menciptakan Desa Pesu yang aman, nyaman, makmur, damai dan sejahtera,” harapnya.

Sementara itu Pendeta David Sakiman dalam renungan Natal menyatakan, sahabat adalah teman yang dekat dan akrab.

“Karena itu, kalau kita ini mengaku sebagai sahabat Yesus, maka kita harus selalu dekat dengan Tuhan dan mau melaksanakan perintah-perintahNya. Caranya, dengan rajin berdoa dan beribadah, serta mengasihi seorang akan yang lain, tanpa membeda-bedakan,” ucapnya.

Lalu, bagaimana cara mewujudkan kasih itu kepada sesama?

“Kasih itu mau berkorban dan mau memberi. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, dan tidak sombong. Kasih tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih itu kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka kita akan bisa merasakan kehidupan seperti di surga,” papar David Sakiman.

Usai ibadat dilanjutkan persembahan penampilan seni dari perwakilan denominasi gereja. Seperti tarian, band, jingle, vokal grup, angklung, dan lainnya.

Selama perayaan Natal berlangsung, hujan deras mengguyur. Meski begitu, hadirin tetap duduk setia sampai berakhirnya acara. Mereka bersukacita merayakan kelahiran Sang Juruselamat umat manusia. (L Sukamta)

1 thought on “500 Umat Dari 5 Gereja Ikuti Perayaan Natal Bersama di Desa Pesu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *