Monday, 16 Sep 2019


3 Paduan Suara Semarakkan Perayaan Ekaristi Memule Theo Adipranata

Maria Regina Aan Irafani Adipranata saat mendirigeni Adoramus Choir, Paduan Suara Luma Roti Dua Ikan, dan Panduan Suara Agnes di Gereja Alfonsus De Liguori Paroki Nandan, Sabtu (4/5/2019) pagi.

WartaKita.org – Perayaan Ekaristi 1.000 hari meninggalnya dr Let Kol (Purn) Theo Adipranata di Gereja Alfonsus De  Liguori Paroki Nandan, Yogyakarta pada Sabtu (4/5/2019) pagi berlangsung meriah. Perayaan Ekaristi dihadiri ratusan umat.

Ekaristi diiringi Adoramus Choir Jakarta, Paduan Suara Lima Roti Dua Ikan Jakarta, dan Paduan Suara Agnes Jakarta yang dipimpin oleh Maria Regina Aan Irafani Adipranata (istri dr Theo Adipranata) dengan organis andal Rio Tambunan.

Ekaristi memule ini dipersembahkan oleh  Rama Bernadus Hari Susanto Pr dan Rama A Dodit Haryono Pr.

Dalam homili Rama A Dodit Haryono menyampaikan, bila kita masih diingat oleh orang lain, berarti kita masih hidup dalam diri seseorang.

“Hidup kita itu 100 persen milik Tuhan. Maka janganlah kita takut untuk meninggal. Sebab, Gereja selalu mendoakan orang yang telah meninggal. Dan Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup,” kata rama.

Pada bagian lain Rama B Hari Susanto menyatakan, orang yang telah meninggal masih membutuhkan perhatian kita dalam wujud doa.

“Pak Theo Adipranata yang kita peringati 1.000 hari meninggalnya ini semasa hidupnya hampir mirip seperti  Filipus dan Yakobus, yang hidupnya memiliki kualitas pribadi dan lemah lembut,” ucap rama.

Perayaan Ekaristi ini diiringi oleh Orkes Keroncong “In Gloria” pimpinan Tony. (z bambang darmadi/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *