Thursday, 9 Jul 2020


Warga Minta Tanggul Kali Gamping Karangasem Dibangun Permanen, Kadarwati: Silahkan Diusulkan Melalui Musrenbangdes

Kadarwati saat meninjau gotong royong memperbaiki tanggul Kali Gamping, Minggu (22/3/2020) pagi.

WartaKita.org – Nasib kurang baik dialami petani yang memiliki lahan sawah di sekitar Kali Gamping di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Mengapa?

Karena dalam waktu 3 bulan terakhir, tanggul Kali Gamping sudah mengalami jebol 4 kali. Dan terakhir terjadi pada Kamis (19/3/2020) lalu.

Akibatnya, ada sekitar 25 hektar sawah yang terendam banjir. Sedang sawah yang terdampak langsung ada 10 hektar. Banjir yang merendam sawah ini tentu saja merugikan petani.

Oleh karena itu, sekitar 250 orang yang terdiri dari perwakilan kecamatan, pemerintah desa, petani, warga, dan relawan melakukan gotong royong untuk memperbaiki tanggul Kali Gamping yang jebol pada Minggu (22/3/2020) pagi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Karangasem Haryono menjelaskan, tanggul Kali Gamping yang jebol terakhir ini dengan panjang 17 meter, lebar 5 meter, serta tinggi 4 meter. Perbaikan tanggul dilakukan dengan pemasangan bronjong kawat yang diisi karung berisikan pasir. Dan agar air (banjir) tidak merembes di sela-sela bronjong kawat dan karung, maka tanggul yang jebol ditutup dengan terpal.

“Dana untuk keperluan gotong-royong ini diambilkan dari pos kebencanaan atau pos tak terduga APBDes Karangasem. Sedang bronjong kawat dan karung bantuan dari BPBD dan instansi terkait. Yang penting, kita sediakan konsumsinya (air minum dan nasi bungkus). Karena petani, warga, dan relawan ini sudah mau ikut bergotong-royong secara sukarela,” katanya.

Ada yang menarik dalam gotong-royong perbaikan tanggul Kali Gamping kali ini.

Karena Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati berkenan meninjau gotong royong yang diikuti sekitar 250 orang ini. Kadarwati hadir untuk memberi semangat kepada petani dan warga.

“Saat ini saya hadir dan ingin melihat langsung tanggul Kali Gamping yang jebol. Saya mengapresiasi kepada warga beserta Pemerintah Desa yang telah mau bergotong-royong memperbaiki tanggul Kali Gamping yang jebol ini. Semangat gotong-royong seperti ini harus terus dilestarikan. Karena semangat gotong-royong ini adalah warisan dari para leluhur kita,” ujarnya.

Dalam gotong royong ini muncul usulan dari masyarakat agar tanggul Kali Gamping itu dibangun secara permanen.

Menanggapi usulan dari warga itu, Kadarwati meminta Pemerintah Desa untuk mengajukan usulan tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) lalu dibawa ke Musrenbangcam (kecamatan), dan kemudian ke Musrenbangkab (kabupaten).

“Nanti usulan itu akan kita pilah-pilah kewenangan dan penganggarannya. Bila usulan itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi untuk memperbaikinya, maka akan kita ajukan ke Gubernur,” tandasnya.

Sementara itu petani Dukuh Jonggol, Desa Karangasem, Ngatmin Priyo Mintarso menyampaikan, jebolnya tanggul Kali Gamping ini akibat adanya lubang tikus di sekitar tanggul.

“Karena tanggul kali ini berupa pasir, sehingga mudah tergerus air. Padahal petani juga sudah rutin mengontrol kondisi tanggul,” ucapnya.

Sekadar diketahui, air Kali Gamping ini merupakan tus-tusan dari daerah Gunung Kidul. Kalau musim kemarau airnya kering. Tetapi kalau musim hujan, airnya bisa mbludak sampai banjir. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *