Monday, 16 Sep 2019


24 SMA/SMK Ikuti FKP, Bupati: Jadikan Ketoprak Sebagai Tuntunan Hidup

Acara pembukaan Festival Ketoprak Pelajar (FKP) untuk tingkat SMA/SMK, Kamis (12/9/2019) sore.

WartaKita.org – Festival Ketoprak Pelajar (FKP) untuk tingkat SMA/SMK digelar di aula SD Krista Gracia (SD Kristen 3 Klaten) Jalan Seruni Nomor 8 Klaten dari tanggal 12 sampai 15 September 2019.

Festival Ketoprak Pelajar dibuka oleh Bupati Klaten yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Joko Wiyono pada Kamis (12/9/2019) sore.

FKP untuk tingkat SMA/SMK ini diikuti 24 sekolah. Selain dari Klaten, FKP juga diikuti sekolah dari Kabupaten Karanganyar, Surakarta, Purworejo, dan Rembang.

Bupati Klaten dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Joko Wiyono menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Klaten mengucapkan terima kasih dan memberi penghargaan serta mendukung Festival Ketoprak Pelajar yang diselenggarakan oleh Amigo Group, Omah Wayang, bersama Dewan Kesenian Kabupaten Klaten ini.

“Inisiatif dan langkah ini saya pandang sebagai sebuah upaya untuk mendorong para pelajar Klaten agar mau dekat, lalu mengenal, dan akhirnya semakin mencintai berbagai seni dan budaya daerah khususnya ketoprak,” katanya.

Bupati Klaten menyatakan, ketoprak merupakan salah satu seni tradisional yang sangat dekat dan menyatu dengan kehidupan masyarakat dan berkembang di tengah arus modernisasi.

“Kethoprak dapat dijadikan sebagai sarana belajar dan tuntunan hidup serta usaha pemulihan ketertiban sosial. Karena didalamnya terdapat wewaton atau aturan hidup yang diyakini dan dianut bersama,” ujarnya.

Usai sambutan sambutan Bupati Klaten dilanjutkan dengan penampilan dari peserta FKP.

Terkait, Pemrakarsa Festival Ketoprak Pelajar, Edy Sulistyanto menjelaskan, penyelenggaraan Festival Ketoprak Pelajar ini sudah memasuki tahun ke 10. Menurutnya, FKP digelar sebagai stimulan bagi sekolah dalam rangka pelestarian budaya Jawa melalui ketoprak.

“Selama sembilan tahun menyelenggarakan Festival Ketoprak Pelajar, tentu banyak dinamika yang kami alami. Tetapi hal ini justru meneguhkan komitmen Amigo Group dalam ikut melestarikan budaya. Ke depan, kami akan terus berinovasi agar Festival Ketoprak Pelajar ini semakin berkembang dan semakin baik dari sisi penyajian maupun kemanfaatannya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Boss Amigo Group ini mengatakan, seni ketoprak turut berperan dalam memberikan pendidikan karakter bagi pelajar.

“Festival Ketoprak Pelajar tidak hanya sekadar menjadi rutinitas pergelaran ketoprak yang digelar setiap tahun. Tetapi juga sebagai media untuk mengajarkan toleransi dan keberagaman,” tandasnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *