Saturday, 20 Apr 2019


1.568 Personil TNI dan Polri Siap Amankan Pemilu di Klaten

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan KPU Klaten, Senin (15/4/2019) pagi.

WartaKita.org – Sejumlah 1.568 personil gabungan dari TNI dan Polri siap mengamankan pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 di Kabupaten Klaten.

Personil sebanyak itu akan ditugaskan di 4.400 tempat pemungutan suara (TPS) di Klaten mulai Senin hingga Jumat (15-19/04) mendatang.

Sebagai bentuk persiapan penugasan personil gabungan maka diadakan Apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan TPS Pemilu tahun 2019 di Lapangan KSDC Mapolres Klaten, Senin (15/4/2019) pagi.

Apel pergeseran pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi. Hadir dalam Apel pergeseran pasukan ini, Komandan Kodim 0723 Klaten Letkol Inf Eko Setyawan, Bupati Klaten Sri Mulyani, serta perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi mengatakan, mekanisme kesiapsiagan personel terbagi dalam enam rayon yang ada di 26 kecamatan. Nantinya, setiap rayon dijaga personel yang bertugas sebagai pasukan pengurai masa dan pasukan intensitas tinggi.

“Personil gabungan mulai siaga di TPS per hari ini. Meskipun ini masa tenang, tetapi kita harus terlebih dulu melihat kondisi sekitar TPS. Jangan sampai anggota yang bersiaga tidak mengetahui titik-titiknya,” katanya.

Kapolres AKBP Aries Andhi menyatakan, tugas utama dari personil gabungan ini adalah menjaga kondusifitas sesaat dan sesudah pencoblosan atau pemungutan suara. Seluruh personil juga diwajibkan meningkatkan kewaspadaan dan meyakinkan kepada masyarakat agar merasa aman saat menyalurkan hak pilihnya.

“Kita meminta kepada masyarakat agar tidak menelan langsung informasi yang beredar di media sosial hingga mempengaruhi hak pilihnya. Polisi memastikan bakal menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang mengganggu jalannya pesta demokrasi Pemilu ini,” tegasnya.

Kapolres Klaten mengimbau kepada masyarakat agar jangan percaya pada informasi di media sosial (medsos) yang menggangu keyakinan pemilih untuk datang ke TPS. Apabila ada upaya dan gerakan yang menghalangi masyarakat untuk memberikan hak pilihnya, maka personil gabungan yang akan menghadapinya.

“Menjamin keamanan masyarakat pada saat Pemilu merupakan hal yang wajib. Sebab masyarakat memiliki hak dan tahta tertinggi untuk menentukan pemimpin dan wakilnya mendatang. Sehingga kita bersama aparat keamanan lain perlu mensukseskan Pemilu ini. Dengan kita mensukseskan keamanan Pemilu, maka akan menjadikan Pemilu ini bermartabat. Sehingga menghasilkan pemimpin yang baik,” ujarnya.

Usai apel pergeseran pasukan diadakan doa bersama dan syukuran. Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani yang kemudian diserahkan kepada Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi. Selanjutnya, potongan tumpeng ini diserahkan kepada perwakilan KPU Klaten. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *